Mendekati Lebaran, Kiriman Barang di Kantor Pos Lamongan Melonjak Tajam

"Untuk kiriman yang masuk (incoming) ke Kantor Pos Lamongan selama puasa, terutama minggu terakhir ini, mencapai 1.300 hingga 1.500 paket. Sedangkan untuk kiriman keluar (outgoing) berada di angka 400 sampai 500 paket," ujar Rudi saat dihubungi afederasi.com, Rabu (18/3/2026) siang.

18 Mar 2026 - 07:51
Mendekati Lebaran, Kiriman Barang di Kantor Pos Lamongan Melonjak Tajam
Petugas Kantor Pos Lamongan Sibuk Menyortir Paket Kiriman (Iyan Farikh/afederasi.com

Lamongan, (afederasi.com) – Intensitas pengiriman barang melalui Kantor Pos Indonesia Cabang Lamongan mengalami peningkatan signifikan selama bulan suci Ramadan hingga menjelang Idul Fitri 1447 H. Lonjakan volume kiriman ini bahkan memaksa pihak kantor pos untuk menambah personel guna memastikan distribusi tetap berjalan lancar.

Menanggapai kondisi tersebut, Bagian Dukungan Umum Kantor Pos Lamongan, Rudi Mulyanto, mengungkapkan bahwa arus lalu lintas barang, baik yang masuk (incoming) maupun keluar (outgoing) dari Lamongan, menunjukkan grafik kenaikan yang cukup drastis, terutama pada minggu terakhir ini.

Rudi menjelaskan bahwa saat ini jumlah kiriman yang masuk ke wilayah Lamongan jauh lebih besar dibandingkan barang yang keluar. Ribuan paket kini membanjiri gudang sortir Kantor Pos Lamongan untuk didistribusikan ke masyarakat.

"Untuk kiriman yang masuk (incoming) ke Kantor Pos Lamongan selama puasa, terutama minggu terakhir ini, mencapai 1.300 hingga 1.500 paket. Sedangkan untuk kiriman keluar (outgoing) berada di angka 400 sampai 500 paket," ujar Rudi saat dihubungi afederasi.com, Rabu (18/3/2026) siang.

Menurutnya, fenomena ini terjadi sepanjang bulan puasa dengan puncaknya pada satu pekan mendekati lebaran. Hal ini selaras dengan meningkatnya aktivitas belanja daring masyarakat untuk keperluan hari raya.

Terkait jenis barang yang mendominasi, Rudi menyebutkan bahwa surat dan paket masih menjadi komoditas utama. Secara spesifik, pergerakan barang didominasi oleh produk-produk dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta transaksi dari berbagai platform marketplace.

"Rata-rata yang bergerak adalah surat dan paket. Kiriman dari para seller, UMKM, dan hasil transaksi marketplace itu yang jumlahnya sangat banyak," imbuhnya.

Menghadapi lonjakan volume barang yang mencapai ribuan tersebut, Kantor Pos Lamongan tidak tinggal diam. Untuk mengantisipasi penumpukan barang dan memastikan estimasi waktu pengiriman tetap terjaga, pihak manajemen memutuskan untuk menambah tenaga kerja di bagian operasional.

"Dengan volume sebanyak itu, kami sudah menambah satu orang pegawai tambahan untuk membantu proses sortir," pungkas Rudi.

 

Langkah ini diambil agar proses pemilahan barang (sortir) tidak mengalami hambatan, sehingga kiriman masyarakat Lamongan dapat sampai ke tangan penerima tepat waktu sebelum perayaan lebaran tiba. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow