Ludes dalam Sekejap! Korsleting JTR Picu Ledakan BBM di Toko Meracang Besuki, Kerugian Rp350 Juta
Kebakaran hebat melanda toko meracang di Desa Besole, Tulungagung akibat korsleting listrik JTR yang menyambar drum BBM. Kerugian mencapai Rp350 juta termasuk mobil dan motor.
Tulungagung, (afederasi.com) - Peristiwa memilukan menimpa Gatot Triyanto (60), warga Desa Besole, Kecamatan Besuki, Tulungagung. Toko meracang miliknya ludes tak bersisa setelah si jago merah melahap bangunan beserta isinya pada Minggu (26/4/2026) sore. Insiden ini diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik yang menyambar tumpahan bahan bakar minyak (BBM).
Kasi Operasi dan Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, Bambang Pidekso, mengungkapkan bahwa peristiwa bermula sekitar pukul 16.40 WIB. Saat itu, pemilik toko tengah melakukan aktivitas pengisian BBM ke dalam drum. Secara tak terduga, muncul percikan api akibat hubungan arus pendek pada kabel jaringan tegangan rendah (JTR) di sekitar lokasi.
"Korsleting listrik dari JTR tiba-tiba menyambar BBM yang sedang diisi ke drum. Pemilik mungkin kurang menyadari sehingga api cepat membesar dan menghanguskan toko," ujar Bambang saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Kecepatan perambatan api membuat pemilik toko tidak sempat menyelamatkan aset-aset berharganya. Bambang mengategorikan kebakaran ini ke dalam skala besar mengingat banyaknya material mudah terbakar di lokasi. Selain bangunan toko, satu unit mobil pikap, satu unit sepeda motor, puluhan tabung LPG, serta ratusan liter solar dan pertalite turut hangus menjadi abu.
"Mobil, motor, toko meracang, beserta solar dan pertalite milik korban semuanya hangus. Jika ditotal, kerugian mencapai Rp350 juta," ungkap Bambang merinci dampak kerusakan.
Proses pemadaman melibatkan kerja sama solid antara petugas Damkar Tulungagung, perangkat desa, Polsek Besuki, Koramil Besuki, personel TNI AL, hingga warga sekitar yang bahu-membahu menjinakkan api. Meski sempat terkendala akses menuju lokasi akibat adanya keramaian pawai, petugas akhirnya berhasil menguasai keadaan.
"Api berhasil dipadamkan selama kurang lebih satu jam. Tadi perjalanan sempat terhambat pawai, sehingga personel harus mencari rute memutar untuk mencapai lokasi," pungkas Bambang.(riz/dn)
What's Your Reaction?

