Harga Telur Ayam Jombang Stagnan, Peternak  Jombang Merugi Tiga Bulan Pasca Lebaran

08 Jun 2026 - 15:14
Harga Telur Ayam Jombang Stagnan, Peternak  Jombang Merugi Tiga Bulan Pasca Lebaran
Salah satu peternak ayam petelur asal Desa Mojotengah, Kecamatan Bareng Jombang saat panen telur di kandangnya, Senin( 08/06/2026). (Foto: Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Harga telur ayam di Jombang belum juga menunjukkan pemulihan signifikan. Meskipun sempat mengalami kenaikan tipis, harga jual telur di tingkat peternak masih terpantau di kisaran Rp22 ribu per kilogram, nyaris setara dengan Harga Pokok Produksi (HPP). Kondisi ini sudah berlangsung selama tiga bulan setelah Hari Raya Idul Fitri.

Salah satu peternak ayam petelur asal Desa Mojotengah, Kecamatan Bareng, Eko Murdianto, mengungkapkan bahwa harga telur ayam Jombang saat ini bervariasi antara Rp22.000 hingga Rp22.500 per kilogram di tingkat kandang. Angka ini masih jauh di bawah momen sebelum Lebaran yang sempat mencapai Rp24.000 hingga Rp26.000 per kilogram.

"Di kandang saat ini sekitar Rp22.000 sampai Rp22.500. Sebelumnya malah sempat turun ke Rp21.500. Setelah Lebaran, harga terus jatuh hingga sekarang. Ini sudah sekitar tiga bulan," jelas Eko, Senin (8/6/2025).

Menurut Eko, turunnya harga telur ayam Jombang diduga kuat akibat melimpahnya pasokan atau overpopulasi ayam petelur. Di sisi lain, peternak justru dihadapkan pada kenaikan biaya produksi yang signifikan. Harga pakan jadi saat ini mencapai Rp6.900 per kilogram, sementara harga konsentrat naik dari Rp475.000 menjadi Rp495.000 per sak (50 kg).

"Harga telur turun, tetapi pakan naik. Kemungkinan besar penyebabnya karena overpopulasi," imbuhnya.

Dengan HPP telur di tingkat kandang sekitar Rp22.300 per kilogram, keuntungan yang diperoleh peternak saat ini sangat tipis. Jika biaya pakan kembali naik, peternak berpotensi mengalami kerugian besar. Eko berharap pemerintah bisa ikut berperan menjaga stabilitas, salah satunya melalui optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Harapannya pemerintah ikut berperan supaya harga tidak semakin jatuh. Dapur MBG bisa menyerap langsung dari peternak atau UMKM, bukan melalui pihak lain," pintanya.

Di tingkat konsumen, harga telur ayam Jombang saat ini juga berada di bawah normal. Sarmudi, pedagang telur di Pasar Pon Jombang, mengatakan bahwa harga jual telur kepada pembeli kini Rp24.000 per kilogram. Angka ini turun dibanding periode sebelumnya yang mencapai Rp25.000 per kilogram, sementara harga normal biasanya berkisar Rp25.000 hingga Rp26.000 per kilogram.

"Hari ini Rp24.000. Sebelumnya Rp25.000. Alhamdulillah, meski harga turun, daya beli masyarakat tetap terjaga. Justru penurunan ini lumayan membantu pembeli," ujar pria yang akrab disapa Cak Mad itu.

Untuk memenuhi stok, Cak Mad mengambil pasokan telur dari Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, dengan harga sekitar Rp23.000 per kilogram.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang, Anjik Eko Saputro, menyatakan pihaknya terus melakukan pemantauan harga bahan pokok setiap hari, termasuk komoditas telur. Ia mengakui bahwa penurunan harga telur tidak menimbulkan dampak negatif bagi konsumen, justru menguntungkan masyarakat sebagai pembeli.

"Kalau ada penurunan harga telur, bagi pembeli tidak ada masalah. Yang terdampak justru peternaknya. Untuk itu, hal ini menjadi ranah teman-teman di dinas peternakan," pungkas Anjik. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow