Harga Ikan Tawar di Lamongan Anjlok, Petani dan Pengepul Mengeluh

Hari ini harga ikan anjlok. Mujair di harga Rp8.000 sampai Rp12.000, padahal normalnya bisa Rp18.000 untuk ukuran tanggung. Ikan tombro juga sama, sekarang Rp8.000 sampai Rp13.000 itu sudah paling mahal," ujar Gita saat ditemui di lapaknya, Kamis (23/04/2026) pagi.

23 Apr 2026 - 09:18
Harga Ikan Tawar di Lamongan Anjlok, Petani dan Pengepul Mengeluh
Petani Menunjukkan Hasil Tangkapan yang Mereka Jual ke Pasar Ikan Lamongan (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongam, (afederasi.com) – Harga berbagai jenis ikan air tawar di Pasar Ikan Lamongan mengalami penurunan signifikan atau anjlok dalam dua pekan terakhir. Melimpahnya stok akibat panen raya yang bersamaan dengan dampak cuaca buruk menjadi pemicu utama merosotnya harga di tingkat produsen maupun pedagang. Kamis, (23/4/2026)

Pantauan di lapangan menunjukkan harga ikan jenis mujair, tombro, hingga udang vaname turun hingga lebih dari 50 persen dari harga normal. Kondisi ini membuat para petani ikan dan tengkulak di Kabupaten Lamongan menjerit karena pendapatan yang menurun tajam.

Gita Dwi Amelia, salah seorang tengkulak atau pengepul ikan di Pasar Ikan Lamongan, mengungkapkan bahwa penurunan harga ini terjadi merata pada hampir semua komoditas ikan. Menurutnya, harga ikan mujair yang biasanya menyentuh angka belasan ribu rupiah, kini terjun bebas.

"Hari ini harga ikan anjlok. Mujair di harga Rp8.000 sampai Rp12.000, padahal normalnya bisa Rp18.000 untuk ukuran tanggung. Ikan tombro juga sama, sekarang Rp8.000 sampai Rp13.000 itu sudah paling mahal," ujar Gita saat ditemui di lapaknya, Kamis (23/04/2026) pagi.

 

Gita menambahkan, kondisi ini dipicu oleh musim panen raya. Melimpahnya pasokan dari petani tambak tidak sebanding dengan permintaan pasar. "Sudah satu minggu terakhir ini turunnya lumayan parah. Memang bulan-bulan ini waktunya panen raya petani tambak, jadi stok melimpah dan harga turun," imbuhnya.

Kondisi serupa dirasakan oleh para petani ikan. Ari Palupi, salah satu petani ikan di Lamongan, mengaku sangat terdampak oleh situasi ini. Selain harga yang murah, kualitas ikan hasil panen juga menurun akibat faktor cuaca dan kendala teknis di tambak seperti banjir.

"Semua ikan harganya turun. Yang paling murah itu ikan mas, cuma Rp6.000 sampai Rp7.000. Mujair kecil atau yang ukuran 'kresek-an' lebih parah lagi, cuma Rp3.000 sampai Rp5.000. Jelas kami rugi, apalagi kemarin ada dampak banjir yang membuat ikan tidak bisa besar maksimal," keluhnya.

 

Menanggapi fenomena ini, Kepala UPT Pasar Ikan Lamongan, Wahyono, membenarkan adanya tren penurunan harga tersebut. Ia menjelaskan bahwa hukum pasar sedang terjadi, di mana suplai yang terlalu besar membuat pengepul tidak mampu menyerap seluruh hasil panen petani secara maksimal.

"Banyak petani dan pedagang yang sambat (mengeluh). Penurunan ini sudah terjadi sekitar 15 hari atau dua minggu terakhir. Penyebab utamanya adalah panen raya yang barengan, jadi suplai sangat banyak tapi pengepul tidak semua bisa mengambil," jelas Wahyono.

Wahyono juga menyoroti kondisi ikan yang banyak berukuran kecil. Menurutnya, hal itu berkaitan dengan kendala petani dalam memberikan pupuk saat lahan tambak terendam banjir.

"Faktor cuaca seperti banjir membuat pemupukan jadi sia-sia. Kalau stok terlalu banyak seperti kemarin, harga mujair yang pagi hari masih Rp15.000, kalau sudah siang bisa merosot sampai Rp3.000," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, para pelaku usaha perikanan di Lamongan berharap adanya kestabilan harga kembali dalam waktu dekat, meskipun prediksi kenaikan harga secara signifikan diperkirakan baru akan terjadi pada akhir tahun mendatang. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow