HAN ke-42 di Gresik: Anak Diminta Berani Bersuara, Negara Pastikan Perlindungan

"Kalian berhak untuk aman dan bahagia di rumah, sekolah, ruang publik, maupun di dunia digital. Berbeda itu biasa, dan berteman itu luar biasa. Jika kalian merasa tidak nyaman atau mengalami kekerasan, jangan diam. Ceritakan kepada orang dewasa yang kalian percaya, atau hubungi layanan SAPA 129. Negara akan selalu hadir untuk kalian,” ucap dr. Alif.

28 Jul 2026 - 17:47
HAN ke-42 di Gresik: Anak Diminta Berani Bersuara, Negara Pastikan Perlindungan
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif saat membacakan pidato tertulis Menteri PPPA RI dalam peringatan HAN ke-42 di halaman Pemkab Gresik (Ist/afederasi.com)
HAN ke-42 di Gresik: Anak Diminta Berani Bersuara, Negara Pastikan Perlindungan

Gresik, (afederasi.com) - Anak-anak diminta tidak diam ketika menghadapi kekerasan maupun situasi yang membuat mereka merasa tidak aman. Pesan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang digelar Pemerintah Kabupaten Gresik di Halaman Kantor Bupati Gresik, Senin (27/07/2026).

Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif, dalam upacara tersebut membacakan pidato tertulis Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi.

Mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", peringatan HAN tahun ini menegaskan bahwa anak bukan sekadar penerima manfaat pembangunan.

dr. Alif sapaan akrab Wabup mengatakan anak merupakan subjek pembangunan yang memiliki hak untuk didengar dan berpartisipasi sesuai usia serta tingkat kematangannya.

Pesan perlindungan anak menjadi salah satu penekanan utama dalam peringatan tersebut. Anak-anak didorong untuk berani menyampaikan pengalaman ketika menghadapi kekerasan, baik di rumah, sekolah, ruang publik, maupun dunia digital.

“Kalian berhak untuk aman dan bahagia di rumah, sekolah, ruang publik, maupun di dunia digital. Berbeda itu biasa, dan berteman itu luar biasa. Jika kalian merasa tidak nyaman atau mengalami kekerasan, jangan diam. Ceritakan kepada orang dewasa yang kalian percaya, atau hubungi layanan SAPA 129. Negara akan selalu hadir untuk kalian,” ucap dr. Alif.

Menurut dr. Alif, masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh bagaimana negara dan seluruh elemen masyarakat memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan terlindungi.

“Ketika seluruh pihak bersatu melindungi anak dan memastikan hak-haknya terpenuhi, sesungguhnya kita sedang membangun fondasi masa depan bangsa yang lebih maju, adil, dan berkelanjutan,” katanya.

Upaya perlindungan tersebut diperkuat melalui Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas #RANA). Gerakan ini mencakup pencegahan kekerasan, penguatan keluarga, keamanan anak di ruang digital, hingga respons cepat terhadap kasus yang menimpa anak.

Pemerintah juga mengembangkan kampanye Berlian (Bersama Lindungi Anak) untuk mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Peringatan HAN 2026 mengusung tagline "Sayang Anak Sayang Indonesia" dengan pesan utama yang diperkuat melalui tagar #HariAnakNasional2026 dan #SayangAnakSayangIndonesia.

Selain perlindungan, delapan nilai utama juga ditekankan sebagai karakter yang diharapkan tumbuh dalam diri anak Indonesia, yakni berakhlak mulia, bahagia, peduli, berani, cerdas, memiliki solidaritas, aman, dan bertanggung jawab.

Menutup kegiatan, dr. Alif berpesan bahwa seluruh rangkaian peringatan HAN juga diarahkan melalui prinsip ramah anak, desentralisasi, apresiatif, partisipatif dan kolaboratif, serta berdampak. 

"Peringatan HAN tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi pengingat bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama," tandasnya.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow