Bidik Pasar Malaysia hingga Korea, KADIN Tulungagung Genjot UMKM Tembus Ekspor
KADIN Tulungagung siapkan kurasi dan pendampingan bagi UMKM untuk menembus pasar ekspor ke Malaysia, Singapura, hingga Korea.
Tulungagung, (afederasi.com) — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Tulungagung berkomitmen mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas melalui pembukaan akses pasar ekspor. Program strategis ini menjadi bagian dari agenda KADIN periode 2025–2030 dengan memanfaatkan jaringan internasional yang telah tersedia.
Ketua KADIN Kabupaten Tulungagung, Rifqi Firmansyah, menjelaskan bahwa tantangan utama saat ini bukan lagi mencari pasar, melainkan menyiapkan produk agar memenuhi standar yang dibutuhkan konsumen luar negeri.
"Jaringan atau networking sebenarnya sudah ada. Tinggal bagaimana kita mempersiapkan teman-teman UMKM, kita kurasi agar produknya sesuai dengan kebutuhan dan keinginan penerima di negara tujuan," ujar Rifqi di Tulungagung, Selasa (28/7/2026).
Pada tahap awal, KADIN akan memprioritaskan sektor kerajinan serta makanan dan minuman yang memiliki basis pelaku usaha sangat besar di Tulungagung. Negara tujuan ekspor yang dibidik meliputi Malaysia, Singapura, hingga Korea, dengan target awal komunitas diaspora Indonesia di luar negeri.
Selepas rangkaian seminar impor dan ekspor, KADIN langsung bergerak cepat melakukan kurasi untuk menjaring sekitar sepuluh produk terbaik. Jika belum memenuhi standar, proses seleksi akan terus diperluas ke pelaku usaha lainnya.
Selain seleksi produk, KADIN juga menyiapkan skema pendampingan menyeluruh. Mulai dari mencarikan investor bagi yang terkendala permodalan, memperbaiki manajemen usaha, hingga menghubungkan langsung dengan calon pembeli.
"Kalau kekurangan modal akan kami carikan investor. Kalau manajemennya kurang, akan kami dampingi. Buyer sebenarnya sudah ada, tinggal produknya yang harus siap," jelas Rifqi.
Menurutnya, kendala klasik yang sering dihadapi UMKM adalah menjaga konsistensi kualitas di tengah peningkatan jumlah produksi. Beberapa produk khas seperti kerupuk rambak, Shanghai Gangsar, dan jenang Lasimun dinilai memiliki peluang besar untuk merambah pasar global.
Sementara itu, sektor batu alam seperti marmer, onyx, batu mozaik, dan batu fosil hingga kini masih menjadi penyumbang terbesar nilai ekspor Kabupaten Tulungagung. Komoditas tersebut dinilai sudah mapan dan telah lama menembus pasar luar negeri.
Sebagai langkah jangka panjang, KADIN Tulungagung menargetkan penyelenggaraan 36 pelatihan hingga akhir tahun 2026. Pelatihan ini menyasar berbagai sektor, mulai dari makanan, perikanan, pertanian, hingga industri kreatif lainnya.
"Targetnya ada 36 pelatihan sampai akhir tahun. Ini akan terus berkelanjutan agar pelaku UMKM semakin siap bersaing di pasar nasional maupun internasional," pungkasnya.(riz/dn)
What's Your Reaction?

