Duta Genre 2026, Strategi Pemkab Gresik Tekan Pernikahan Dini dan Mental Remaja
Generasi muda adalah investasi masa depan. Mereka harus dipersiapkan menjadi pribadi yang unggul, berdaya saing, serta mampu menjaga diri dari berbagai perilaku berisiko,” ujarnya.
Gresik, (afederasi.com) – Komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam menyiapkan generasi muda berkualitas kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan Grand Final Apresiasi Duta Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Gresik Tahun 2026, yang digelar pada Minggu, (12/04/2026).
Ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang berfokus pada pembentukan remaja sehat, berkarakter, dan mampu bersaing di tengah derasnya arus perubahan zaman.
Sebanyak 20 finalis terbaik tampil di babak puncak setelah melewati proses seleksi ketat dari total 109 pendaftar. Mereka dipersiapkan menjadi agen perubahan (agent of change) sekaligus teladan bagi generasi muda di Kabupaten Gresik.
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas manusianya.
“Generasi muda adalah investasi masa depan. Mereka harus dipersiapkan menjadi pribadi yang unggul, berdaya saing, serta mampu menjaga diri dari berbagai perilaku berisiko,” ujarnya.
Ia juga mengakui, tantangan pembangunan generasi muda di Gresik masih cukup kompleks. Mulai dari risiko pernikahan usia dini, pergaulan bebas, dampak negatif perkembangan digital, hingga persoalan kesehatan mental remaja.
Meski demikian, upaya pemerintah menunjukkan hasil positif. Angka dispensasi pernikahan di Gresik tercatat terus menurun dalam tiga tahun terakhir, dari 211 kasus pada 2023, menjadi 193 kasus pada 2024, hingga 176 kasus pada 2025.
Penurunan ini tidak lepas dari penerapan kebijakan Peraturan Bupati Gresik Nomor 23 Tahun 2025 tentang Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak.
Namun, pekerjaan rumah masih ada. Sepanjang 2025, tercatat 638 kasus perlindungan anak, dengan 321 kasus melibatkan anak. Sementara itu, prevalensi stunting berada di angka 15,2 persen pada 2024, sedikit menurun dari 15,4 persen pada tahun sebelumnya.
Menjawab berbagai tantangan tersebut, Pemkab Gresik terus memperkuat sinergi lintas sektor. Sejumlah program digulirkan, mulai dari edukasi kesehatan reproduksi remaja, pengembangan sekolah ramah anak, hingga penguatan peran keluarga melalui program Bina Keluarga Remaja (BKR).
Ketua TP PKK Kabupaten Gresik sekaligus Bunda Genre, Nurul Haromaini, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya peran remaja dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.
“Duta Genre harus mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan generasi muda, sekaligus menjadi inspirasi bagi teman sebayanya,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, Titik Ernawati, menjelaskan bahwa Duta Genre merupakan bagian dari implementasi program Bangga Kencana.
“Peran mereka sangat strategis sebagai edukator, konselor, sekaligus influencer dalam menyosialisasikan program kepada remaja,” jelasnya.
Program Genre sendiri menitikberatkan pada Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), yakni pencegahan pernikahan usia dini, pergaulan berisiko, dan penyalahgunaan narkoba.
Pada grand final tersebut, pasangan Serry Satya dan Chandra Ari berhasil meraih Juara I. Posisi Juara II ditempati Shesa Nayla dan Raditya Moreno, disusul Fahri Zaidan dan Syirilla Syila sebagai Juara III.
Sejumlah penghargaan lain juga diberikan, di antaranya Juara Favorit untuk Alexandria Azzahra dan Billy Ardo, Juara Advokasi untuk Adi Bachtiar dan Siti Aisyah, serta Juara Berbakat untuk Vito Dwi dan Inggrit Sally.
Melalui ajang ini, Pemerintah Kabupaten Gresik berharap lahir lebih banyak generasi muda yang unggul, sehat, dan berkarakter, sebagai fondasi kuat menuju visi pembangunan daerah dan menyongsong Indonesia Emas di masa depan.(frd)
What's Your Reaction?

