ANTM Cetak Kinerja Keuangan Positif di Kuartal III-2023 dengan Pertumbuhan Laba dan Penguatan Struktur Keuangan

ANTM, perusahaan tambang logam terkemuka, mengumumkan pencapaian kinerja keuangan yang mengesankan pada kuartal III-2023.

03 Nov 2023 - 08:47
ANTM Cetak Kinerja Keuangan Positif di Kuartal III-2023 dengan Pertumbuhan Laba dan Penguatan Struktur Keuangan
Emas Antam. (Dok: ANTM)

Jakarta, (afederasi.com) - ANTM, perusahaan tambang logam terkemuka, mengumumkan pencapaian kinerja keuangan yang mengesankan pada kuartal III-2023. Laba bersih mereka mencapai Rp2,85 triliun, meningkat 8% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,63 triliun. Capaian ini memberikan gambaran positif mengenai kesehatan keuangan perusahaan. Selain itu, ANTM juga mencatatkan pencapaian Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) sebesar Rp5,40 triliun pada kuartal III-2023.

Menurut laporan keuangan, ANTM mencatatkan laba kotor sebesar Rp6,10 triliun pada kuartal III-2023, yang mengalami peningkatan sebesar 2% dibandingkan dengan kuartal III-2022 sebesar Rp5,99 triliun. Sementara itu, laba usaha perusahaan pada periode yang sama mencapai Rp3,35 triliun, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 22% dibandingkan dengan Rp2,74 triliun pada kuartal III-2022.

Sekretaris Perusahaan ANTM, Syarif Faisal Alkadrie, mengungkapkan bahwa capaian kinerja keuangan yang positif ini dipicu oleh pengelolaan beban usaha yang efisien. Beban usaha perusahaan pada kuartal III-2023 mencapai Rp2,75 triliun, menurun sebanyak 15% dari kuartal III-2022 yang sebesar Rp3,25 triliun.

Pada aspek nilai per saham, ANTM mencatatkan peningkatan laba bersih per saham dasar menjadi Rp118,54, yang mengalami kenaikan sebesar 8% dari Rp109,31 per saham dasar pada kuartal III-2022. Syarif Faisal Alkadrie, dalam keterangan resminya, menyatakan, "Implementasi strategi operasional yang tepat mendukung pertumbuhan profitabilitas ANTAM pada kuartal III-2023 ini." seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Dari segi struktur keuangan, ANTM berhasil memperkuat ekuitas konsolidasian mereka menjadi Rp24,62 triliun pada kuartal III-2023, tumbuh 9% dari Rp22,57 triliun pada kuartal III-2022. Selain itu, total liabilitas perusahaan pada periode yang sama mencapai Rp10,88 triliun, mengalami penurunan sebesar 3% dari nilai liabilitas pada kuartal III-2022 yang sebesar Rp11,22 triliun. Total aset perusahaan mencapai Rp35,50 triliun pada kuartal III-2023, menunjukkan pertumbuhan sebesar 5% dari posisi pada kuartal III-2022 sebesar Rp33,79 triliun.

ANTM juga mencatatkan peningkatan signifikan dalam arus kas bersih dari aktivitas operasi, yang mencapai Rp3,98 triliun pada kuartal III-2023, tumbuh 93% dibandingkan dengan kuartal III-2022 yang mencapai Rp2,06 triliun. Peningkatan ini memperkuat struktur keuangan ANTM, yang tercermin dari saldo kas dan setara kas pada akhir kuartal III-2023 sebesar Rp7,54 triliun, tumbuh 63% dari posisi pada akhir kuartal III-2022 sebesar Rp4,62 triliun.

Selama kuartal III-2023, ANTM mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp30,90 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari penjualan domestik senilai Rp26,69 triliun, atau sekitar 86% dari total penjualan bersih. Syarif mengatakan, "Hal tersebut sejalan dengan strategi Perusahaan untuk mengembangkan basis pelanggan di dalam negeri pada produk-produk emas, bijih nikel, dan bauksit."

Produk emas menjadi kontributor terbesar penjualan ANTM pada kuartal III-2023, dengan proporsi mencapai 62% dari total penjualan ANTM, dan nilai penjualan sebesar Rp19,29 triliun. Kenaikan penjualan produk emas ini dipicu oleh berbagai inovasi, termasuk peluncuran produk logam emas tematik Seri Imlek Tahun 2023 Masehi/2574 Kongzili dan Seri Idulfitri 2023/1444 Hijriah, yang menampilkan desain emas tiga dimensi (3D) pertama di Indonesia. ANTM juga meluncurkan produk perak dan emas tematik terbaru Indonesian Heritage sebagai bagian dari inovasi produk Logam Mulia.

Untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan, ANTM memperkenalkan ALMIRA (ANTAM Logam Mulia Virtual Assistant), sebuah layanan pesan otomatis yang membantu memberikan informasi dan layanan produk Logam Mulia ANTAM. ALMIRA hadir di platform Whatsapp dan media sosial resmi ANTAM Logam Mulia. ANTM juga mempermudah akses pelanggan terhadap produk Logam Mulia dengan menerapkan penjualan emas secara online melalui berbagai platform e-commerce.

Pada kuartal III-2023, ANTM mencatatkan total volume produksi logam emas sebesar 908 kg (29.193 troy oz.), sementara penjualan logam emas mencapai 19.460 kg (625.654 troy oz.). Selain itu, penjualan produk nikel, termasuk feronikel dan bijih nikel, juga memberikan kontribusi signifikan sebesar 33% terhadap total penjualan ANTM pada kuartal III-2023, dengan nilai penjualan mencapai Rp10,10 triliun.

Pada kuartal III-2023, volume produksi feronikel ANTM mencapai 15.787 ton nikel dalam feronikel (TNi), sementara volume penjualan produk feronikel mencapai 14.132 TNi. Untuk produk bijih nikel, ANTM mencapai volume produksi bijih nikel konsolidasian sebesar 10,67 juta wet metric ton (wmt), meningkat 72% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,22 juta wmt. Penjualan bijih nikel konsolidas

ian ANTM tumbuh positif, mencapai 9,41 juta wmt, meningkat 98% dibandingkan dengan kuartal III-2022.

Syarif menjelaskan bahwa ANTM juga terus berkomitmen pada upaya keberlanjutan perusahaan, termasuk peningkatan cost competitiveness pada segmen nikel dan upaya dekarbonisasi. Pada Januari 2023, ANTM bersama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik untuk mendukung pasokan listrik operasi Pabrik Feronikel ANTAM di UBP Nikel Kolaka dengan total kapasitas daya sebesar 150 megavolt-ampere (MVA).

Selain itu, ANTM terlibat dalam pengembangan Ekosistem Electric Vehicle (EV) Battery terintegrasi di Indonesia bersama mitra strategis. Ini merupakan salah satu bentuk pengembangan bisnis ANTM melalui hilirisasi mineral nikel.

Dalam hal pengembangan hilirisasi komoditas bauksit, ANTM fokus pada pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat, yang dikembangkan bersama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium dengan kapasitas pengolahan sebesar 1 juta ton SGAR per tahun.

Semua pencapaian ini telah mendorong peningkatan credit rating ANTM oleh S&P Global Ratings dari B+/outlook positif menjadi BB+/outlook stabil. ANTM terus menunjukkan komitmen mereka untuk pertumbuhan berkelanjutan dan kontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia.(mg-2/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow