Aksi Maling Gasak Speedometer Truk Kontainer di Sukodadi Lamongan Terekam CCTV
"Mereka memakai jaket dan topi. Sebelumnya mondar-mandir dulu, kemudian salah satunya turun mengambil speedometer, sedangkan temannya menunggu di atas motor," kata Suyadi.
Lamongan, (afederasi.com) – Aksi pencurian suku cadang kendaraan kembali marak terjadi di wilayah Kabupaten Lamongan. Sebuah kamera pengawas (CCTV) merekam aksi nekat dua sejoli spesialis pencuri yang menggasak speedometer truk kontainer saat terparkir di pinggir jalan.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Nasional Babat–Gresik, tepatnya di depan kantor notaris Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, pada Rabu (22/7/2026) malam sekira pukul 21.48 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk kontainer berpelat nomor L 82**** tersebut sengaja diberhentikan di bahu jalan oleh pengemudinya. Sang sopir memilih menepi sejenak untuk menyantap hidangan makan malam di warung tak jauh dari lokasi kejadian.
Namun nahas, kelengaannya dimanfaatkan oleh para pelaku. Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, pelaku berjumlah dua orang yang datang berboncengan mengendarai sepeda motor.
Sebelum melancarkan aksinya, kedua pelaku terlihat beberapa kali melintas dan mondar-mandir di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan situasi aman serta memantau pergerakan orang sekitar.
Setelah dirasa kondusif, salah satu pelaku turun dan melangkah mendekati kabin truk, sedangkan rekannya tetap berada di atas motor sembari bersiap melarikan diri. Tanpa butuh waktu lama, pelaku membuka pintu sebelah kiri kabin truk dan langsung mencopot speedometer kendaraan berat tersebut.
Saksi mata di lokasi kejadian, Suyadi, menuturkan bahwa kedua pelaku berpenampilan tertutup sehingga sulit dikenali secara jelas.
"Mereka memakai jaket dan topi. Sebelumnya mondar-mandir dulu, kemudian salah satunya turun mengambil speedometer, sedangkan temannya menunggu di atas motor," kata Suyadi.
Suyadi mengungkapkan, dirinya sebenarnya sempat memergoki gerak-gerik mencurigakan para pelaku dan mencoba melakukan pengejaran. Sayangnya, pelaku keburu memacu sepeda motornya dengan kecepatan tinggi.
"Saya sempat mengejar, tetapi mereka sudah keburu kabur. Setelah itu saya langsung memberi tahu sopir truk. Sopirnya terlihat kaget karena baru tahu speedometernya hilang," ujarnya.
Akibat insiden pencurian kilat tersebut, kerugian yang dialami pemilik atau pengemudi truk diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Meski aksi kejahatan tersebut terekam jelas oleh kamera pengawas CCTV, insiden ini diketahui tidak dilaporkan oleh pihak korban kepada kepolisian setempat.
"Tidak dilaporkan ke polisi," pungkas Suyadi. (yan)
What's Your Reaction?

