Akibat Cuaca Ekstrem, Kasus Pneumonia di RSUD Jombang Meningkat

24 Jul 2026 - 13:40
Akibat Cuaca Ekstrem, Kasus Pneumonia di RSUD Jombang Meningkat
Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, M.KP, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (24/07/2026).(Foto: Santoso/afederasi. com)

Jombang, (afederasi.com) – Musim kemarau yang berkepanjangan dengan suhu panas dan tingginya debu memicu lonjakan drastis kasus pneumonia di Kabupaten Jombang. 

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang mencatat angka mengkhawatirkan dengan total 617 pasien dirawat dan 52 di antaranya meninggal dunia sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut ini menjadi perhatian serius bagi Dinas Kesehatan setempat. Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, mengungkapkan bahwa hampir setiap hari pihaknya menerima dua hingga tiga pasien baru dengan diagnosis pneumonia.

"Kasus pneumonia di Jombang mengalami peningkatan signifikan pada musim kemarau ini. Hingga akhir Juli, kami sudah merawat sekitar 617 pasien dengan berbagai tingkat keparahan. Pada bulan Juni tercatat 82 kasus dan bulan Juli ada 79 kasus Pneumonia. 

Angka kematian di bulan Juni mencapai 8 kasus, sementara di bulan Juli ada 2 kasus yang meninggal," ujar dr. Pudji Umbaran kepada awak media ,Jumat (24/7/2026).

Fenomena mengejutkan terungkap dari data RSUD Jombang. Berbeda dengan tren sebelumnya, serangan pneumonia saat ini justru didominasi oleh kelompok usia dewasa.

Dari total pasien yang dirawat, hampir seluruhnya merupakan pasien dewasa, sementara kasus pada anak-anak mengalami penurunan signifikan.

"Hari ini ada 79 pasien pneumonia yang kami rawat dan semuanya dewasa. Pasien anak tidak ada," ungkap dr. Pudji.

Ia menjelaskan, mayoritas pasien yang datang ke RSUD Jombang sudah berada dalam kondisi cukup berat. Gejala yang umum dialami meliputi demam tinggi, batuk hebat, hingga sesak napas.

Kondisi ini semakin diperparah dengan adanya penyakit penyerta (komorbid) seperti diabetes melitus, gangguan jantung, dan asma.

"Rata-rata pasien datang sudah dalam kondisi cukup gawat karena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebelumnya tidak tertangani dengan baik. Belum lagi penyakit penyerta yang memperberat kondisi mereka," jelasnya.

Tingkat keparahan yang tinggi turut berdampak pada angka kematian yang mencapai 9,2 persen atau 52 jiwa dari total 617 pasien yang dirawat sejak awal tahun.

Peningkatan kasus pneumonia diduga dipicu oleh kondisi musim kemarau yang panas dan berdebu. Angin kencang membawa partikel debu yang bercampur dengan berbagai mikroorganisme sehingga mudah terhirup masyarakat.

Ketika daya tahan tubuh menurun, kuman lebih mudah berkembang biak dan menyebabkan infeksi paru-paru.

"Angin kencang membawa debu yang bercampur mikroorganisme. Saat daya tahan tubuh sedang turun, kuman berkembang dan menyebabkan infeksi paru," terang dr. Pudji.

Kondisi ini diperparah dengan polusi udara dan aktivitas padat yang membuat masyarakat sulit menjaga kebersihan saluran pernapasan.

Imbauan untuk Masyarakat Jombang

Menyikapi kondisi darurat kesehatan ini, RSUD Jombang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah pencegahan, antara lain:

1. Menjaga kebugaran tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, vitamin, dan mencukupi waktu istirahat.

2. Memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama di area berdebu atau keramaian.

3.Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas, dokter praktik, atau klinik jika mulai muncul gejala meriang, batuk, atau pilek.

"Kami sangat berharap masyarakat segera memeriksakan diri ketika mengalami gejala ISPA. Jangan menunggu sampai kondisinya berat. Penanganan sejak dini akan mencegah kondisi berkembang menjadi pneumonia berat," tegas dr. Pudji.

Langkah deteksi dini dan pengobatan cepat menjadi kunci utama dalam menekan angka kematian akibat pneumonia di tengah musim kemarau yang masih akan berlangsung beberapa pekan ke depan.

 Masyarakat diharapkan tidak menganggap remeh batuk dan pilek, serta segera mencari pertolongan medis agar tidak terjadi komplikasi fatal.(san).

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow