Syukur dan Doa Warnai Puncak Harlah ke-29 MTSN 12 Jombang
Jombang, (afederasi.com) – Suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur menyelimuti gelaran hari lahir (Harlah) ke-29 serta doa bersama di MTSN 12 Jombang, yang berlokasi di Desa Ngelele, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, pada Kamis (21/05/2026). Kegiatan ini menjadi puncak dari serangkaian acara yang telah berlangsung sehari sebelumnya.
Kepala Madrasah MTSN 12 Jombang, Sulton Sulaiman, M.Pd, menjelaskan bahwa perayaan Harlah ke-29 telah dimulai pada Rabu (20/05/2026) dengan berbagai kegiatan meriah. Acara tersebut meliputi parade seni yang memukau, kompetisi Olimpiade Sains tingkat SD/MI se-Kabupaten Jombang, festival murotal Al-Qur'an yang diikuti seluruh siswa, serta bazar yang digelar oleh setiap kelas.
"Semua itu dalam rangka menyambut hari lahir MTSN 12 yang ke-29," ujar Sulton.
Kemudian, pada hari Kamis (21/05/2026), kegiatan dilanjutkan dengan tasyakuran dan doa bersama. Acara ini merupakan wujud syukur madrasah kepada Allah SWT, khususnya untuk siswa kelas IX yang telah menyelesaikan seluruh tahapan belajar di MTSN 12 Jombang dengan baik.
"Meskipun belum ada pengumuman kelulusan, kami sudah dapat memastikan bahwa rangkaian tahapan belajar anak-anak dari kelas VII, VIII, dan IX sudah dilaksanakan dengan baik. Mulai dari kegiatan belajar mengajar, evaluasi, praktikum, pendidikan karakter, hingga penuntasan pembelajaran bahasa Inggris praktik dengan berbicara aktif bersama turis asing, semua sudah dilakukan," terang Sulton.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukanlah wisuda, melainkan tasyakuran dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur.
"Dari 187 siswa kelas IX, satu anak didik kami, Meida dari kelas IX, tidak bisa mengikuti tasyakuran karena harus mengikuti final MTQ di Kabupaten Gresik. Meida masuk lima besar lomba MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur. Kami di sini mendoakan semoga Meida diberikan nilai terbaik," tambah Sulton.
Dalam pesannya kepada para siswa, Sulton Sulaiman berpesan agar kelulusan dari MTSN 12 Jombang tidak dilihat sebagai sebuah akhir, melainkan awal untuk meniti jenjang pendidikan berikutnya.
"Kami sudah mencantumkan QS. Al-Mujadalah ayat 11 yang menegaskan bahwa anak-anak kami harus tetap melanjutkan pendidikan. Saya jamin, seluruh siswa harus melanjutkan. Saya sudah bilang satu per satu ke siswa, jika tidak bisa melanjutkan, hubungi saya. Karena kami ingin anak-anak dibekali dua sayap," tegasnya.
Dua sayap yang dimaksud adalah:
1. Sayap karakteristik, yaitu ibadah dan iman yang kokoh.
2. Sayap ilmu pengetahuan.
"Harapan kami, dengan kedua sayap itu, anak-anak bisa terbang lebih tinggi di jenjang pendidikan berikutnya. Kami ingin mewujudkan putra-putri madrasah ini berkarakter, bertakwa kepada Allah SWT, maju, bermutu, dan mendunia," ungkap Sulton.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Nur Khodjin, M.Pd.I, memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan MTSN 12 Jombang. Menurutnya, meskipun secara geografis madrasah ini berada di daerah pinggiran, di era kepemimpinan Kepala Madrasah Sulton Sulaiman, inovasi dan akselerasi pengembangan pendidikan terus berjalan.
"Potensi anak-anak di MTSN 12 Jombang sangat diperhatikan. Prestasi panca madrasah tergarap dengan luar biasa. Mulai dari bidang seni (group band) yang melibatkan anak-anak, guru, hingga alumni, hingga bidang keagamaan. Hari ini saja, dalam momen tasyakuran, ada dua anak yang tidak bisa hadir karena mengikuti final lomba MTQ di Kabupaten Gresik. Kami bersyukur," ujar Nur Khodjin.
Ia menambahkan bahwa potensi-potensi lainnya akan terus dikembangkan dengan satu landasan utama yang menjadi kekuatan MTSN 12 Jombang, yaitu kekompakan dan kebersamaan.
"Kekompakan dari komite, guru, dan siswa, insya Allah akan menjadi energi yang luar biasa," tandasnya. (san)
What's Your Reaction?

