Serapan Beras Jatim Tembus 1,3 Juta Ton, Cadangan Pangan Aman 11 Bulan

Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini mengapresiasi panen raya di Tulungagung. Stok beras nasional kini melimpah hingga 5,1 juta ton, cukup untuk 11 bulan ke depan

27 Apr 2026 - 07:51
Serapan Beras Jatim Tembus 1,3 Juta Ton, Cadangan Pangan Aman 11 Bulan
Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini menghadiri panen raya di Desa Podorejo, Kabupaten Tulungagung (rizky/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) - Sektor pertanian di Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan tajinya sebagai lumbung pangan utama di Jawa Timur. Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini, secara langsung menghadiri panen raya di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, guna memantau produktivitas padi yang dinilai sangat memuaskan tahun ini.

Anggia mengungkapkan bahwa tren produksi beras nasional pada 2026 mengalami lonjakan signifikan. Hal ini menurutnya selaras dengan visi swasembada pangan yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto, di mana Indonesia kini mampu mencukupi kebutuhan masyarakat tanpa ketergantungan pada beras luar negeri.

"Produksi padi di Tulungagung bagus. Sehingga Bulog memiliki stok beras yang melimpah, bahkan kapasitas gudang perlu ditambah," ujar Anggia saat meninjau hasil panen pada Senin (27/4/2026).

Melimpahnya hasil bumi ini dianggap sebagai bukti nyata keberhasilan para petani dalam mengadopsi teknologi pertanian. Anggia menambahkan bahwa ketangguhan petani lokal saat ini telah menghapus kebutuhan impor yang selama ini menjadi persoalan klasik di tanah air.

"Impian Indonesia tidak lagi impor beras kini sudah terwujud," tegas politisi tersebut dengan nada optimis.

Kondisi surplus ini dibenarkan oleh Direktur Pengadaan Bulog, Prihasto Setyanto. Ia menjelaskan bahwa pihaknya memiliki target serapan yang ambisius tahun ini, yakni sebesar 4 juta ton beras secara nasional. Hingga akhir April, realisasi penyerapan di lapangan telah menunjukkan angka yang sangat positif.

"Kami optimistis target 4 juta ton bisa tercapai pada Juni 2026 mendatang," jelas Prihasto.

Sejauh ini, Jawa Timur masih menjadi kontributor terbesar dengan serapan mencapai 1,3 juta ton, sebuah angka yang disebut sebagai capaian tertinggi dalam sejarah pengadaan beras di wilayah tersebut. Secara akumulatif, stok yang tersimpan di gudang Bulog seluruh Indonesia kini menyentuh angka 5,1 juta ton.

Besarnya cadangan pangan ini memberikan rasa aman bagi ketahanan energi nasional. Anggia Erma Rini menekankan bahwa dengan jumlah stok yang ada saat ini, masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan pangan di masa depan.

"Jika tidak ada panen sekalipun, stok 5,1 juta ton masih cukup untuk 11 bulan ke depan," pungkasnya.(riz/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow