Sedekah Bumi Cagak Agung Cerme Gresik, Upaya Menjaga Tradisi dan Mendongkrak Ekonomi UMKM Warga Lokal
"Ada wayangan, kemudian ditutup dengan ludruk Gita Praja asal Jombang. Ludruk mulai malam ini (Sabtu malam) bisanya sampai minggu pagi. Warga datang semua terhibur, sambil makan bersama. Setiap tahun seperti ini, sedekah bumi sebagai wujud syukur rejeki dan panen melimpah, " beber Sapa'at di sela-sela pagelaran Ludruk.
Gresik, (afederasi.com), -Pemerintah Desa (Pemdes) Cagak Agung, Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik, kembali menggelar sedekah bumi. Sedekah bumi tahun ini diawali dengan rangkaian pengajian atau ceramah agama, kirab tiga ancak kemudian diperebutkan, wayang dan ditutup dengan pagelaran Ludruk Gita Praja dari Jombang, semalam suntuk hingga Minggu pagi (05/07/26).
Kepala Desa Cagak Agung, Sapa'at mengatakan, warga Cagak Agung sangat antusias menyambut sedekah bumi yang digelar setiap tahun tersebut. Momen paling di tunggu-tunggu warga, adalah sedekah bumi. Karena ada sejumlah rangkaian kegiatan menarik dan unik di sedekah bumi tahun 2026, ini.
Menurut Sapa'at, Pemdes setempat mengawali kegiatan pengajian atau ceramah agama, pada Jum'at malam yang dihadiri ratusan warga. Kemudian dilanjutkan kirab ancak berisi berbagai hasil bumi. Usai dikirab tiga ancak diperebutkan olah ratusan warga Cagak Agung, pada Sabtu (4/7/26).
Bagi warga dusun setempat ancak yang diperebutkan diyakini membawa berkah dan keberuntungan. Ancak berisi hasil bumi, seperti buah pisang, nanas, jeruk, dan apel. Ada juga sayur-sayuran, diantaranya terong, mentimun, tomat, singkong, ubi dan kentang.
Meski berbeda dengan tahun lalu, warga tetap bersyukur menyambut antusias.
"Kirab tiga ancak, didoakan kemudian diperebutkan warga. Memang digilir mas, tahun lalu di Dusun Agung, Sedekah bumi tahun ini digelar di Dusun Cagak, tadi siang (baca ; Sabtu), " kata Kades Cagak Agung, Sapa'at.
Dijelaskan Sapa'at, usai berebut ancak, siang hingga sore dihibur pagelaran wayang. Kemudian pada Sabtu malam ditutup dengan pagelaran Ludruk Gita Praja Jombang. Selain menghibur warga juga melestarikan tradisi dan budaya Jawa.
"Ada wayangan, kemudian ditutup dengan ludruk Gita Praja asal Jombang. Ludruk mulai malam ini (Sabtu malam) bisanya sampai minggu pagi. Warga datang semua terhibur, sambil makan bersama. Setiap tahun seperti ini, sedekah bumi sebagai wujud syukur rejeki dan panen melimpah, " beber Sapa'at di sela-sela pagelaran Ludruk.
Ditambahkan Kades Sapa'at, warga Desa Cagak Agung semuanya terlihat guyub rukun, semuanya tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan di depan balai dusun.
Selain menghibur warga dengan menghadirkan sejumlah pagelaran seni budaya, pemdes Cagak Agung, juga puas, pasalnya sedekah bumi juga mampu mendongkrak perekonomian warga setempat.
"Pasti mas, sedekah bumi mendongrak ekonomi warga, jalanan ramai dipenuhi UMKM desa setempat. Ada yang dari luar desa, tapi sebagian besar warga Cagak Agung yang berjualan, seratus lebih stand UMKM berbagai produk, makanan, minuman dan mainan, " pungkasnya. (Mif)
What's Your Reaction?

