Hilang Kontak 30 Hari, Satpolairud Polres Lamongan Terus Lakukan Upaya Pencarian KMN Entok
Kami memastikan Polres Lamongan melalui Satpolairud terus mengoptimalkan upaya pencarian KMN Enthok dengan memperkuat koordinasi bersama Basarnas, KSOP, PSDKP, Syahbandar, serta seluruh unsur maritim terkait. Pembentukan Posko Terpadu di Kantor Basarnas Brondong menjadi langkah konkret untuk memusatkan koordinasi pencarian sekaligus memudahkan penyampaian informasi satu pintu kepada keluarga awak kapal," ujar Hamzaid saat dikonfirmasi afederasi.com, Sabtu (4/7/2026).
Lamongan, (afederasi.com) - Upaya pencarian Kapal Motor Nelayan (KMN) Enthok yang hingga kini belum diketahui keberadaannya terus dilakukan secara intensif. Mengingat kapal tersebut sudah dinyatakan hilang kontak selama 30 hari, Satpolairud Polres Lamongan bergerak cepat menginisiasi pembentukan Posko Terpadu sebagai pusat koordinasi pencarian dan informasi bagi keluarga awak kapal. Sabtu, (4/6/2026).
Langkah strategis tersebut disampaikan langsung dalam kegiatan pertemuan antara keluarga awak KMN Enthok dengan instansi terkait yang digelar pada Jumat (3/7/2026) siang di Kantor Rukun Nelayan Blimbing, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.
Kasat Polairud Polres Lamongan, AKP Guntur, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang dialami keluarga awak kapal yang sudah hampir sebulan menanti kabar. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersatu dan berdoa bersama agar para nelayan segera ditemukan dalam keadaan selamat.
AKP Guntur menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya pencarian, menyebarluaskan informasi melalui media, serta berkoordinasi dengan berbagai unsur maritim dan wilayah sekitar Perairan Masalembu hingga saat ini. Namun, hingga hari ke-30 ini, belum diperoleh informasi pasti mengenai keberadaan KMN Enthok.
Untuk memaksimalkan koordinasi dan penyampaian informasi kepada keluarga korban, Satpolairud Polres Lamongan bersama Basarnas dan instansi terkait sepakat mendirikan Posko Terpadu di Kantor Basarnas Brondong.
"Kami mengimbau kepada seluruh keluarga awak kapal untuk tetap tenang, berpikir positif, dan terus menjalin komunikasi yang baik agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya," tegas AKP Guntur secara langsung di hadapan pihak keluarga.
Sebagai langkah nyata, Satpolairud Polres Lamongan maupun Satpolairud Polres Sumenep juga telah berkoordinasi intensif dengan Basarnas untuk melakukan deteksi dan pelacakan keberadaan kapal. Informasi maklumat pelayaran juga telah disebarluaskan kepada kapal-kapal komersial maupun kapal nelayan lain yang beroperasi di wilayah perairan sekitar agar segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan KMN Enthok.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat dan keluarga korban turut memberikan sejumlah masukan penting terkait kemungkinan titik lokasi terakhir atau koordinat potensial keberadaan kapal berdasarkan arah angin dan arus laut. Selain itu, keluarga awak kapal juga diminta mengumpulkan nomor telepon seluruh Anak Buah Kapal (ABK) sebagai bahan pendukung untuk upaya pelacakan digital lebih lanjut.
Pertemuan pun ditutup dengan doa bersama yang dipimpin secara khidmat sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan harapan besar agar seluruh awak KMN Enthok segera ditemukan. Dari hasil pertemuan disimpulkan bahwa seluruh stakeholder terkait akan terus melakukan langkah cepat dan responsif terhadap perkembangan informasi yang masuk melalui Posko Terpadu yang kini telah resmi dibentuk di Kantor Basarnas Brondong.
Di tempat terpisah, Kasihumas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid, menegaskan komitmen penuh kepolisian dalam mengawal kasus hilangnya kapal nelayan ini.
"Kami memastikan Polres Lamongan melalui Satpolairud terus mengoptimalkan upaya pencarian KMN Enthok dengan memperkuat koordinasi bersama Basarnas, KSOP, PSDKP, Syahbandar, serta seluruh unsur maritim terkait. Pembentukan Posko Terpadu di Kantor Basarnas Brondong menjadi langkah konkret untuk memusatkan koordinasi pencarian sekaligus memudahkan penyampaian informasi satu pintu kepada keluarga awak kapal," ujar Hamzaid saat dikonfirmasi afederasi.com, Sabtu (4/7/2026).
Lebih lanjut, Hamzaid juga mengetuk kepedulian para pelaut lintas wilayah untuk saling memantau kondisi di lautan lepas.
"Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan dan kapal yang beraktivitas di sekitar Perairan Kangean, Masalembu, Bawean, maupun perairan sekitarnya, agar segera melaporkan kepada petugas apabila melihat atau memperoleh informasi terkait keberadaan KMN Enthok," pungkasnya. (yan)
What's Your Reaction?

