Kontroversi Buku Biografi Bung Karno Karya Cindy Adams: Sejarawan Jombang Ungkap Ketidaksesuaian Fakta Sejarah

04 Jul 2026 - 18:54
Kontroversi Buku Biografi Bung Karno Karya Cindy Adams: Sejarawan Jombang Ungkap Ketidaksesuaian Fakta Sejarah
Arif Yulianto saat berada di kamar Bung Karno di situs Persada Soekarno Ndalem Pojok Wates Kediri. (Foto: Istimewa)

Jombang, (afederasi.com)- Perdebatan seputar akurasi sejarah kelahiran Proklamator RI, Ir. Soekarno, kembali mencuat. Seorang penelusur sejarah asal Jombang, Arif Yulianto atau yang akrab disapa Cak Arif, memberikan analisis kritis terhadap buku biografi Bung Karno berjudul Penjambung Lidah Rakjat (PLR) yang ditulis oleh penulis Amerika Serikat, Cindy Adams.

Cak Arif dengan tegas menyatakan bahwa buku PLR yang terbit pada tahun 1966 tersebut tidak relevan untuk mengoreksi apalagi mendegradasi dokumen-dokumen tertulis otentik yang berkaitan dengan kelahiran Bung Karno. 

Menurutnya, dua dokumen penting justru menunjukkan bukti sejarah yang berbeda dengan narasi dalam buku PLR.

Fakta Dokumen Tertulis vs Narasi Buku PLR

Dalam analisisnya yang disampaikan pada Sabtu (04/07/2026), Cak Arif memaparkan bahwa terdapat dua dokumen tertulis yang sangat kredibel yang menjadi rujukan utama. 

Pertama, tulisan tangan ayah Bung Karno, Raden Soekeni Sosrodihardjo, yang dengan jelas menuliskan bahwa Bung Karno lahir pada 6 Juni 1902, bukan 6 Juni 1901 seperti yang selama ini menjadi perdebatan.

Kedua, dokumen pendaftaran kuliah Bung Karno di THS (Technische Hoogeschool te Bandoeng) atau yang kini dikenal sebagai ITB (Institut Teknologi Bandung), juga mencantumkan tanggal lahir yang sama, yakni 6 Juni 1902.

Cak Arif menyoroti salah satu narasi dalam buku PLR yang dinilainya sangat tidak masuk akal. Dalam buku tersebut, diceritakan tentang wacana ayah Bung Karno untuk memudakan usia Soekarno guna memenuhi syarat masuk dari kelas IV Sekolah Ongko Siji Mojokerto ke kelas V Europeesche Lagere School (ELS) Mojokerto.

"Di buku itu dituliskan Bung Karno bergumam, 'umur saja sudah empat belas'. Keterangan ini sangat tidak masuk akal. Baik jika dihitung dengan menggunakan skema Bung Karno lahir 1902 maupun 1901.

Terlebih lagi tidak ada data tertulis yang menyatakan usia Bung Karno memang dimudakan," beber Cak Arif dengan tegas.

Lebih lanjut, sejarawan asal Jombang ini menjelaskan bahwa pada usia 14 tahun, Bung Karno sudah bersekolah di HBS (Hoogere Burgerschool) Surabaya, sementara peristiwa wacana pemudaan usia tersebut terjadi ketika Bung Karno masih bersekolah di Mojokerto.

Fakta Sejarah yang Terlewatkan

Selain masalah ketidaksesuaian tanggal lahir, Cak Arif juga menyoroti sejumlah fakta sejarah penting yang justru tidak dimasukkan dalam buku karya Cindy Adams tersebut.

"Sejarah Bung Karno tinggal dan sekolah di Ploso dan Sidoarjo tidak dimasukkan. Padahal jelas Bung Karno pernah mengakui pernah bersekolah di Ploso dan Sidoarjo. Juga ada SK ayahnya bertugas di Ploso dan Sidoarjo," papar Cak Arif.

Menurutnya, kelalaian dalam mencantumkan fakta-fakta penting ini semakin memperkuat keyakinannya bahwa buku PLR memiliki banyak kekurangan substansial dari sisi isi.

Cak Arif menegaskan bahwa buku PLR yang tidak sempurna dari segi isi tidak relevan dan tidak boleh digunakan sebagai rujukan untuk mengoreksi dokumen tertulis yang lebih otentik seperti tulisan tangan ayah Bung Karno dan dokumen pendaftaran kuliah Bung Karno di THS/ITB.

"Jika ini tidak diluruskan, bakal berdampak besar. Publik akan meyakini buku PLR itu sebagai 'kitab suci' yang tidak boleh dikoreksi. Padahal nyatanya, dari sisi isinya saja banyak kekeliruan yang substansial," pungkas Cak Arif.

Pentingnya Verifikasi Sumber Sejarah

Kontroversi ini mengingatkan publik akan pentingnya melakukan verifikasi dan cross-check terhadap berbagai sumber sejarah, terutama yang berkaitan dengan tokoh-tokoh nasional.

Sebagai bangsa yang menghargai sejarah, masyarakat perlu bijak dalam menyikapi berbagai narasi yang beredar dan selalu merujuk pada dokumen-dokumen tertulis yang lebih dapat dipertanggungjawabkan.

Penelusuran sejarah yang dilakukan oleh Cak Arif ini diharapkan dapat menjadi bahan diskusi akademis yang konstruktif dalam upaya meluruskan fakta-fakta sejarah bangsa, khususnya mengenai tanggal kelahiran Bung Karno yang hingga kini masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan.(san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow