Sapi Mirip 'Donald Trump' Ngamuk di Lamongan, Nyaris Seruduk Warga dan Masuk Salon
"Sapi ini kaget karena banyak orang berkumpul di pinggir jalan untuk melihat pawai peringatan Hari Jadi Lamongan ke-457. Karena suasananya sangat ramai dan bising, sapinya diduga stres berat hingga nekat memutuskan tali pengikatnya dan kabur ke jalan raya," ujar Bakti Aprianto saat diremui di lokasi kejadian, Selasa (26/05/2026).
Lamongan, (afederasi.com) – Suasana di Kelurahan Jetis, Kecamatan Kota Lamongan, Jawa Timur, yang semula tenang mendadak gempar pada Selasa (26/05/2026) pagi. Seekor sapi kurban berukuran jumbo jenis simental mendadak lepas dan mengamuk di tengah jalan raya, hingga membuat warga dan pengguna jalan kocar-kacir menyelamatkan diri.
Menariknya, sapi simental tersebut memiliki corak warna unik pada bagian kepala dan rambut atas yang oleh warga setempat disebut-sebut sangat mirip dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Diduga akibat mengalami stres berat, sapi berperawakan besar itu berlari liar ke jalanan hingga memicu kepanikan massal. Tak hanya membuat arus lalu lintas tersendat, sapi "Donald Trump" ini bahkan hampir menyeruduk seorang warga yang melintas dan nyaris menerobos masuk ke dalam sebuah salon kecantikan di pinggir jalan.
Aksi kejar-kejaran yang menegangkan pun tak terhindarkan. Setelah sempat menjadi tontonan dan dikejar warga sejauh seratus meter, sapi tersebut akhirnya berhasil dikepung dan dijinakkan kembali oleh warga bergotong-royong.
Ketua RT Kelurahan Jetis, Bakti Aprianto, menjelaskan bahwa sapi tersebut rencananya akan disembelih sebagai hewan kurban di salah satu masjid setempat. Namun, diduga kuat sapi tersebut kaget dan stres karena melihat hingar-bingar keramaian kota.
Apalagi, saat kejadian, kondisi jalanan sedang dipadati warga yang antusias menyambut iring-iringan peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457.
"Sapi ini kaget karena banyak orang berkumpul di pinggir jalan untuk melihat pawai peringatan Hari Jadi Lamongan ke-457. Karena suasananya sangat ramai dan bising, sapinya diduga stres berat hingga nekat memutuskan tali pengikatnya dan kabur ke jalan raya," ujar Bakti Aprianto saat diremui di lokasi kejadian, Selasa (26/05/2026).
Usai berhasil dievakuasi secara dramatis, sapi simental berwajah unik tersebut langsung dibawa oleh pemilik dan panitia kurban ke tempat yang lebih sepi dan aman. Langkah ini dilakukan untuk menenangkan sang sapi agar insiden serupa tidak kembali terulang dan membahayakan keselamatan warga. (yan)
What's Your Reaction?

