RSUD Jombang Wacanakan Bangun Gedung 10 Lantai, Opsi Cadangan Naikkan Ruang ICU Jadi 5 Lantai
Jombang, (afederasi.com) - Rencana pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang memasuki babak baru. Setelah wacana relokasi resmi dibatalkan, pihak rumah sakit kini mewacanakan pembangunan gedung vertikal 10 lantai di lahan eks Dinas Kesehatan. Namun, jika skema pembiayaan tak lolos uji kelayakan, RSUD menyiapkan opsi cadangan: menambah bangunan ruang ICU menjadi 5 lantai.
Rencana pembangunan gedung 10 lantai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang masih sebatas tahap kajian. Proyek yang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp400 miliar itu akan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sehingga tidak membebani APBD secara langsung.
Keterbatasan Lahan Pendorong Vertikalisasi
Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, M.KP. , menjelaskan bahwa wacana pembangunan gedung bertingkat tersebut muncul karena keterbatasan lahan rumah sakit, sementara kebutuhan penambahan tempat tidur, modernisasi pelayanan, dan penyediaan area parkir terus meningkat.
"Lahan kami terbatas, sementara kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan semakin kompleks. Vertikalisasi menjadi solusi paling rasional," ujar dr. Pudji di ruang kerjanya, Jumat siang (03/07/2026).
(Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, M.KP, saat di konfirmasi di ruang kerjanya, Jumat(03/07/2026). (Foto: santoso/afederasi.com)
Menurutnya, usulan pembangunan telah dipaparkan kepada pemerintah pusat. Namun, Bupati Jombang menginstruksikan agar dilakukan kajian menyeluruh terkait kemampuan fiskal daerah dan rumah sakit sebelum proyek direalisasikan.
Prioritas 2027: Tambah 3 Lantai Tower Center
Di tengah proses kajian tersebut, Pemkab Jombang memilih memprioritaskan penyelesaian pembangunan tiga lantai tambahan pada gedung tower center yang saat ini baru berdiri dua lantai, meski struktur bangunannya telah dirancang hingga lima lantai.
"Kalau pembangunan tiga lantai tambahan memungkinkan, maka akan diupayakan masuk alokasi anggaran tahun 2027. Sementara rencana gedung 10 lantai tetap menjadi bagian dari pengembangan jangka panjang," jelasnya.
Skema KPBU: Tanpa Beban APBD Awal
Salah satu poin krusial dalam rencana ini adalah skema pembiayaan. dr. Pudji menegaskan bahwa proyek gedung 10 lantai direncanakan menggunakan skema KPBU, bukan APBD murni dan bukan pinjaman bank komersial.
"Seluruh proses pembangunan hingga pemeliharaan awal akan menjadi tanggung jawab badan usaha, sedangkan pemerintah daerah melakukan pembayaran secara bertahap sesuai perjanjian kerja sama," paparnya.
Skema ini dinilai memberi ruang pembangunan tanpa membebani APBD di awal, namun tetap mensyaratkan kemampuan fiskal RSUD yang memadai dan kajian kelayakan yang matang.
Opsi Cadangan: ICU 5 Lantai Tanpa Utang
dr. Pudji Umbaran mengatakan RSUD Jombang juga menyiapkan opsi cadangan andai skema pembiayaan gedung 10 lantai tak lolos uji kelayakan. Opsi tersebut adalah menambah tiga lantai di tower center yang saat ini baru terbangun dua lantai dari struktur lima lantai.
"Dengan demikian, ruang ICU yang ada saat ini dapat ditingkatkan menjadi 5 lantai. Opsi ini bisa dibiayai mandiri tanpa skema utang," jelas dr. Pudji.
Opsi cadangan ini dinilai lebih realistis dan bisa segera direalisasikan tanpa menunggu proses KPBU yang panjang.Terkait master plan relokasi yang sempat digagas dan menghabiskan anggaran signifikan, dr. Pudji menyatakan dokumen tersebut tidak sia-sia.
"Masih ada dan akan kami manfaatkan untuk internal," pungkasnya.
RSUD Jombang saat ini terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Jombang dan sekitarnya. Pengembangan infrastruktur menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan layanan kesehatan yang prima dan terjangkau. (san)
What's Your Reaction?

