Refleksi Tahun Baru Hijriah, Plt Bupati Ahmad Baharudin: Momentum Perbaiki Tata Kelola Pemerintahan
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, mengajak masyarakat dan jajaran pemerintah untuk memperkuat nilai spiritual dan perbaikan tata kelola pemerintahan dalam momentum pergantian tahun 1448 Hijriah.
Tulungagung, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar doa bersama untuk menutup tahun 1447 Hijriah sekaligus menyambut datangnya tahun baru 1448 Hijriah. Acara khidmat tersebut dipusatkan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (15/6/2026) malam.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, tokoh agama, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan. Sedikitnya 600 undangan hadir dalam momentum refleksi yang diisi dengan salat Maghrib berjamaah, istighosah, serta lantunan salawat barzanji.
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menegaskan bahwa pergantian tahun Hijriah merupakan momentum krusial bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi kinerja. Ia berharap seluruh proses pemerintahan di masa mendatang dapat berjalan lebih optimal serta memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat luas.
"Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar bisa menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Harapannya, Tulungagung dapat melangkah ke arah yang lebih baik," ujar Ahmad Baharudin di sela-sela kegiatan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Tulungagung, Makrus Manan, menjelaskan bahwa agenda doa bersama ini bertujuan untuk introspeksi diri. Menurutnya, rangkaian acara tahun ini disusun lebih komprehensif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya guna menciptakan semangat perubahan.
"Kami ingin kegiatan ini tidak hanya sekadar seremoni. Ini adalah momen untuk memohon petunjuk agar setiap langkah pemerintahan ke depan dapat menjawab dinamika yang terjadi di masyarakat," jelas Makrus.
Dalam tausiyah yang disampaikan, KH Muchsin Ghozali turut mengingatkan pentingnya meneladani kepemimpinan para nabi dan ulama. Ia menekankan bahwa setiap pengambilan keputusan harus senantiasa berpijak pada ketentuan Allah SWT serta mengedepankan kepentingan rakyat.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Tulungagung berharap terciptanya harmonisasi antara pemerintah dan masyarakat. Sinergi kolektif ini diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus memperbaiki tata kelola pemerintahan di Kabupaten Tulungagung.(dn)
What's Your Reaction?

