Kejar Target 15 Ribu KTP Pemula, Dispendukcapil Tulungagung Sisir Sekolah
Dispendukcapil Tulungagung terjunkan petugas ke sekolah-sekolah untuk mempercepat perekaman KTP elektronik bagi 15 ribu pelajar pemula sepanjang tahun 2026.
Tulungagung, (afederasi.com) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Tulungagung menggencarkan program jemput bola perekaman KTP elektronik bagi pelajar. Langkah ini dilakukan untuk mengejar target 15 ribu perekaman bagi pemilih pemula sepanjang tahun 2026.
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Tulungagung, Djarno, mengatakan bahwa sasaran program ini adalah para siswa yang telah berusia 17 tahun maupun mereka yang akan menginjak usia tersebut hingga akhir Desember 2026.
"Sasaran utama kami adalah siswa yang berusia 17 tahun ke atas serta mereka yang akan berulang tahun ke-17 sampai akhir Desember 2026 nanti," ujar Djarno saat ditemui di Tulungagung, Kamis (18/6/2026).
Djarno mencontohkan, pihaknya baru saja merampungkan perekaman bagi 100 siswa di SMKN 1 Boyolangu. Menurutnya, metode jemput bola ke sekolah-sekolah terbukti efektif untuk meningkatkan cakupan kepemilikan dokumen kependudukan bagi wajib KTP pemula.
"Program ini bertujuan mempercepat cakupan perekaman agar target 15 ribu pemula bisa terealisasi. Kami sudah bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan Tulungagung untuk memuluskan agenda ini," jelasnya.
Layanan ini juga memberikan kemudahan akses bagi pelajar. Mereka tidak perlu lagi meluangkan waktu datang ke kantor Dispendukcapil karena petugas yang akan mendatangi lokasi pendidikan mereka.
"Petugas kami yang hadir langsung ke sekolah. Dengan begitu, aktivitas belajar siswa tetap terjaga dan mereka tidak perlu repot datang ke kantor kami," tutur Djarno.
Di sisi lain, Dispendukcapil Tulungagung saat ini tengah berupaya memenuhi target nasional cakupan perekaman KTP elektronik sebesar 99,4 persen. Hingga kini, capaian di Tulungagung masih menyisakan kekurangan sekitar 1,5 persen dari total 900 ribu jiwa wajib KTP.
"Kami terus berupaya menutup kekurangan 1,5 persen tersebut. Dengan menyisir sekolah, kami optimistis target nasional dapat segera tercapai," pungkasnya.(riz/dn)
What's Your Reaction?

