Lamongan Siagakan 2.057 Personel Gabungan Amankan Pengesahan Warga Baru PSHT
"Pengesahan warga baru PSHT adalah momentum yang penting dan sakral bagi organisasi. Karena itu, pengerahan kekuatan penuh sebanyak 2.057 personel gabungan di sini adalah untuk memastikan bahwa kesakralan ini tidak dicederai oleh tindakan-tindakan yang melanggar hukum," ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut.
Lamongan, (afederasi.com) – Sebanyak 2.057 personel gabungan disiagakan penuh untuk mengamankan jalannya rangkaian kegiatan Pengesahan Warga Baru Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Lamongan Pusat Madiun Tahun 2026. Ribuan personel ini diterjunkan guna memastikan seluruh tahapan acara sakral tersebut berlangsung aman, tertib, dan bebas dari gesekan.
Kesiapan ribuan pasukan tersebut dipastikan dalam Apel Pengamanan yang digelar di Alun-Alun Kabupaten Lamongan pada Kamis (18/6/2026) sore. Apel ini dipimpin langsung oleh Bupati Lamongan dan dihadiri oleh berbagai unsur pengamanan.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, dalam arahannya menyampaikan bahwa pengerahan personel dalam jumlah besar ini merupakan bentuk komitmen negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus menjaga kesakralan acara organisasi.
"Pengesahan warga baru PSHT adalah momentum yang penting dan sakral bagi organisasi. Karena itu, pengerahan kekuatan penuh sebanyak 2.057 personel gabungan di sini adalah untuk memastikan bahwa kesakralan ini tidak dicederai oleh tindakan-tindakan yang melanggar hukum," ujar Bupati yang akrab disala Pak Yes tersebut.
Sementara itu, Kapolres Lamongan, AKBP Arif Fazlurrahman, menegaskan bahwa seluruh personel gabungan yang terdiri dari unsur Polres Lamongan, BKO Sat Brimob Polda Jatim, Dit Samapta Polda Jatim, Kodim 0812 Lamongan, Satpol PP, Dishub, hingga Pamter dan Korlap PSHT akan bertindak tegas dan tanpa kompromi di lapangan.
"Kami menerjunkan kekuatan penuh sebanyak 2.057 personel gabungan. Saya tegaskan, kami berdiri di tengah dan netral. Tidak ada negosiasi bagi siapa saja yang melanggar hukum selama proses pengesahan ini berlangsung," kata Arif Fazlurrahman dengan nada tegas.
Kapolres juga menggarisbawahi larangan keras terhadap segala bentuk konvoi atau arak-arakan kendaraan roda dua maupun roda empat yang kerap memicu keresahan warga.
"Tidak ada ampun bagi oknum massa perguruan silat maupun masyarakat yang melaksanakan konvoi, baik berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan serta membunyikan klakson secara berlebihan. Jika melanggar Maklumat Suro Aman dan Damai, akan langsung kami tindak tegas dan terukur," imbuhnya.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan dari luar daerah, ribuan personel ini juga ditempatkan di titik-tidik perbatasan kabupaten guna melakukan penyekatan ketat. Massa dari luar Kabupaten Lamongan dipastikan dilarang masuk selama kegiatan berlangsung.
Usai pelaksanaan apel, kesiapsiagaan 2.057 personel ini langsung dimatangkan melalui simulasi Tactical Floor Game (TFG) yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Lamongan Kompol Budi Santoso guna memetakan ploting pasukan secara presisi di titik-titik rawan. (yan)
What's Your Reaction?

