Presiden Iran Eksklusif: BRICS Harus Bertindak Terhadap Israel dan Dukung Palestina

Presiden Iran, Ebrahim Raisi, mengharapkan negara-negara anggota BRICS untuk mengambil tindakan tegas terhadap pemerintah dan militer Israel.

22 Nov 2023 - 13:02
Presiden Iran Eksklusif: BRICS Harus Bertindak Terhadap Israel dan Dukung Palestina
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, Presiden China Xi Jinping, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Perdana Menteri India Narendra Modi dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov berpose untuk foto keluarga BRICS pada KTT BRICS 2023 di Sandton Convention Center di Johannesburg, Afrika Selatan, 23 Agustus 2023. ANTARA/REUTERS/Gianluigi

Afrika Selatan, (afederasi.com) - Presiden Iran, Ebrahim Raisi, mengharapkan negara-negara anggota BRICS untuk mengambil tindakan tegas terhadap pemerintah dan militer Israel. Dalam Pertemuan Gabungan Luar Biasa tentang Situasi Timur Tengah secara online, Raisi menyerukan penandaan Israel sebagai negara teroris atas dugaan kejahatan perang terhadap rakyat Palestina di Gaza.

"Dalam konteks dugaan kejahatan perang terhadap rakyat Palestina di Gaza, rezim [Israel] harus dinyatakan sebagai rezim teroris dan tentaranya dianggap sebagai organisasi teroris," tegas Raisi, seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Sebagai anggota BRICS, Iran mendesak negara-negara tersebut untuk menggunakan pengaruh mereka guna mengakhiri pengepungan Israel terhadap Gaza dan memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan yang aman. Raisi juga mendukung penyelidikan terhadap dugaan penggunaan senjata terlarang oleh Israel, termasuk bos fosfor putih.

Raisi menegaskan bahwa BRICS secara kolektif diharapkan mengakui hak negara Palestina dan memutuskan hubungan politik, ekonomi, dan militer dengan Israel. Selain itu, Iran berjanji memberikan dukungan penuh terhadap upaya bersama yang diajukan oleh Afrika Selatan dan empat negara lain di Mahkamah Kriminal Internasional untuk menyelidiki dugaan kejahatan perang di Gaza.

Dalam konteks pengajuan tersebut, Raisi menyoroti tanggung jawab Amerika Serikat atas pembunuhan anak-anak yang dilakukan oleh militer Israel di Gaza. Menurut data pejabat kesehatan Palestina di Gaza, lebih dari 14.000 warga Palestina, termasuk 5.600 anak-anak, tewas sejak dimulainya konflik bulan lalu, dengan lebih dari 6.000 penduduk daerah kantong Palestina tersebut dinyatakan hilang.

Pertemuan puncak virtual yang dihadiri oleh pemimpin negara-negara anggota BRICS dan anggota baru seperti Arab Saudi, Argentina, Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab, menunjukkan mayoritas negara lebih memilih untuk mengeluarkan pernyataan individual yang menyerukan gencatan senjata, tanpa memberikan dukungan eksplisit terhadap tuntutan Iran.(mg-2/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow