PKB Bondowoso Perkuat Sinergi Ulama dan Pemerintah di Harlah ke-27

22 Jul 2025 - 07:28
PKB Bondowoso Perkuat Sinergi Ulama dan Pemerintah di Harlah ke-27
Bupati dan Ketua DPRD Bondowoso dalam acara Harlah PKB ke-27 di kantor DPC setempat, Senin (22/7/2025) malam. (DPC PKB Bondowoso for afederasi.com)

Bondowoso, (afederasi.com) - Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-27 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Bondowoso tak sekadar seremoni partai politik.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol penguatan sinergi antara ulama, pesantren, dan pemerintahan dalam membangun daerah berbasis nilai-nilai ke-NU-an.

Acara yang digelar Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Bondowoso itu dihadiri langsung oleh Bupati Abdul Hamid Wahid, Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i, serta para pengurus dan kader dari tingkat kabupaten hingga kecamatan.

Tokoh-tokoh ulama juga tampak hadir dalam suasana yang khidmat namun penuh semangat kebersamaan.

Bupati Abdul Hamid Wahid dalam sambutannya menegaskan bahwa usia ke-27 menjadi momentum bagi PKB untuk semakin memperteguh peran strategisnya dalam pembangunan daerah. Ia menilai PKB selama ini telah menjadi mitra penting pemerintah daerah.

"Kita berharap PKB bisa melakukan refleksi dan memperteguh perannya terhadap kontribusi di masyarakat. Usia 27 tahun adalah usia yang matang untuk memantapkan langkah dan posisi dalam pembangunan daerah," ujarnya, Senin (21/7/2025) malam.

Hamid menambahkan, sinergitas antara eksekutif dan legislatif selama ini berjalan harmonis, termasuk dengan Fraksi PKB sebagai bagian dari koalisi besar di DPRD Bondowoso.

"Antara eksekutif dan legislatif kita sudah memiliki hubungan yang sangat baik. Sinergitas ini penting dalam memperkuat konsep dan implementasi pembangunan daerah," tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Bondowoso Ahmad Dhafir menggarisbawahi bahwa perjuangan PKB tidak lepas dari mandat moral dan spiritual warga Nahdlatul Ulama.

Ia menegaskan bahwa PKB lahir bukan semata sebagai partai politik, melainkan sebagai alat perjuangan umat.

"PKB ini lahir dari aspirasi warga NU yang meminta agar NU melahirkan partai. Maka, PKB menjadi partai yang terbuka untuk semua demi kepentingan bangsa dan negara," tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa PKB akan terus mengawal pemerintahan pasangan Bupati-Wakil Bupati Rahmad (Ra Hamid-Ra As’ad) yang telah diusung dalam Pilkada 2024.

"Kita punya tanggung jawab untuk mengawal jalannya pemerintahan yang telah kita dukung. Ini adalah bagian dari amanah politik yang harus kita jaga," ujarnya.

Dalam rangka harlah, seluruh anggota Fraksi PKB juga telah melakukan kunjungan dan silaturrahmi ke 32 pondok pesantren di Bondowoso.

Langkah ini menjadi penegasan bahwa kekuatan moral PKB berasal dari rahim pesantren dan para ulama.

"PKB lahir dari NU dan PKB adalah alat perjuangan NU," kata Ahmad Dhafir menegaskan identitas partai.

Puncak harlah ditutup dengan doa bersama dan refleksi sejarah panjang PKB dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.

Bagi PKB Bondowoso, peringatan ini bukan sekadar menandai usia, tetapi menjadi pengingat akan tanggung jawab besar menjaga amanah umat, membela rakyat, serta memastikan pemerintahan tetap bersih dan berpihak pada masyarakat. (den)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow