Ketua KAMMI, Rizki Agus Saputra, Pastikan Pengeroyokan Bukan Perselisihan di Jalanan dengan TNI AU

Ketua Bidang Politik Hukum dan Keamanan Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Rizki Agus Saputra, memastikan bahwa pengeroyokan yang dialaminya oleh anggota TNI AU tidak dipicu oleh perselisihan di jalan raya.

18 Dec 2023 - 07:36
Ketua KAMMI, Rizki Agus Saputra, Pastikan Pengeroyokan Bukan Perselisihan di Jalanan dengan TNI AU
Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Rizki Agus Saputra konfrensi pers terkait kasus penganiayaan anggota TNI AU di Jakarta Timur, Minggu (17/12/2023). [Suara.com/Yasir]

Jakarta, (afederasi.com) - Ketua Bidang Politik Hukum dan Keamanan Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Rizki Agus Saputra, memastikan bahwa pengeroyokan yang dialaminya oleh anggota TNI AU tidak dipicu oleh perselisihan di jalan raya.

Dalam konferensi pers daring di Sekretariat Pimpinan Pusat (PP) KAMMI, Rizki membantah pernyataan TNI AU yang menyatakan bahwa peristiwa tersebut dipicu oleh perselisihan di jalan.

“Ada pernyataan dari pihak militer atau Angkatan Udara yang menyatakan ini perselisihan di jalanan. Sudah saya tegaskan di awal tadi bahwa tidak ada perselisihan di jalanan, saya bisa pastikan itu,” kata Rizki seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Meskipun demikian, Rizki tidak mengetahui motif sebenarnya di balik pengeroyokan tersebut. Dia menegaskan bahwa tidak mengenal anggota TNI dan dua orang tak dikenal yang terlibat dalam insiden tersebut.

“Tidak ada motif terkait perselisihan di jalanan, tidak sama sekali. Apalagi, jalanan luas dan pukul 14.00 WIB, tidak ada macet sama sekali, mobil juga tidak lalu lalang, karena memang jam istirahat, bukan jam pulang (kerja),” ungkapnya seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Kuasa hukum Rizki, Zainur Ridlo, menjelaskan bahwa kliennya sedang melakukan investigasi terkait dugaan kebocoran data KPU RI. Meskipun demikian, Zainur berharap bahwa pengeroyokan tersebut tidak terkait dengan aktivitas Rizki bersama PP KAMMI.

“Untuk motifnya kami duga penganiayaan biasa. Tapi di luar itu kami berharap, karena klien kami ini juga banyak berpartisipasi, juga melaporkan dugaan-dugaan kebocoran data Pemilu 2024 sehingga ini tidak menjadi motif yang lain,” ujarnya seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Sebelumnya, Rizki mengaku mengalami luka lebam di mata, paha, bibir, dan kepala akibat dikeroyok oleh seorang anggota TNI AU dan dua orang tidak dikenal di Cakung, Jakarta Timur, pada Jumat (15/12). Rizki juga menyebut bahwa anggota TNI AU tersebut mengancam akan membunuhnya selama insiden tersebut. (mg-1/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow