Kemenag Jombang Siapkan 21 Penyuluh Agama Jadi Agen Perubahan, Kawal Zona Integritas Menuju WBK-WBBM
Jombang, (afederasi.com) – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang mengukuhkan 21 Penyuluh Agama sebagai Penggerak Perubahan. Mereka akan menjadi ujung tombak penguatan integritas, pelayanan publik, dan inovasi hingga ke tingkat desa.
Para penyuluh yang merupakan perwakilan dari 21 Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Jombang ini mengikuti Pelatihan Penyuluh Agama Penggerak Perubahan yang digelar di Hall Kemenag Jombang, Rabu (24/6/2026).
Pelatihan ini menjadi langkah strategis menyusul lolosnya Kemenag Jombang dalam Tahap Penilaian Internal (TPI) pada 17 Juni 2026 lalu, dan kini bersiap menghadapi Tahap Penilaian Nasional (TPN).
Kepala Kemenag Jombang, Muhajir, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para penyuluh agama yang dinilainya memiliki peran vital sebagai garda terdepan Kemenag dalam membina dan melayani masyarakat.
"Para penyuluh tidak hanya menyampaikan program-program Kementerian Agama, tetapi juga menjadi wajah Kementerian Agama di tengah masyarakat. Karena itu, peran strategis ini harus terus diperkuat agar mampu menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas," ujar Muhajir di hadapan para peserta pelatihan.
Muhajir menegaskan, pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) bukanlah sekadar target predikat semata. Lebih dari itu, ini adalah upaya membangun budaya kerja yang bersih, transparan, akuntabel, serta menghadirkan pelayanan prima bagi masyarakat.
"Keberhasilan pembangunan Zona Integritas tidak cukup dilakukan oleh tim ZI saja, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh stakeholder, termasuk para penyuluh agama," tegasnya.
Emat Peran Strategis Penyuluh Agama Penggerak Perubahan
Muhajir memaparkan, terdapat empat peran utama yang diemban oleh Penyuluh Agama Penggerak Perubahan, yaitu:
1. Menjadi teladan integritas di lingkungan masyarakat
2. Memberikan pelayanan yang ramah dan profesional kepada setiap masyarakat
3. Menjadi penghubung informasi dan kebijakan Kementerian Agama kepada masyarakat
4. Menyebarkan budaya antikorupsi di lingkungan masyarakat
Inovasi Layanan Kemenag Jombang Harus Dikenal dan Dimanfaatkan Masyarakat
Melalui para penyuluh, Muhajir berharap berbagai inovasi layanan Kemenag Jombang seperti Kembang Daman, Kembang Mawar, Tali Jagat, dan sejumlah inovasi lainnya semakin dikenal dan dimanfaatkan masyarakat secara optimal.
"Melalui para penyuluh, kami ingin memastikan masyarakat mengetahui bahwa mengurus layanan di Kementerian Agama kini semakin mudah, cepat, dan tidak berbelit-belit melalui Kembang Daman. Inovasi yang telah dibangun harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.
Pelatihan yang menghadirkan praktisi di bidang pengorganisasian dan isu strategis, Muslimin Abdilla, sebagai narasumber ini mengajak peserta mendalami orientasi dasar penggerakan masyarakat serta alur pengorganisasian. Bekal ini diharapkan mampu memperkuat peran penyuluh sebagai agen perubahan di wilayah masing-masing.
Kemenag Jombang berharap, melalui pelatihan ini, para penyuluh agama dapat menjadi motor penggerak transformasi birokrasi. Bukan hanya memperkuat kualitas pelayanan publik, tetapi juga menumbuhkan budaya integritas hingga ke akar rumput di seluruh Kabupaten Jombang. (san)
What's Your Reaction?

