Jangkar Polres Gresik Tampung Aspirasi Nelayan, Soroti Reklamasi dan Harga Ikan Anjlok

“Melalui program Sabuk Kamtibmas, kami mengajak seluruh masyarakat nelayan untuk bersama-sama menjaga keamanan wilayah pesisir. Jika ada potensi gangguan kamtibmas maupun pelanggaran hukum, mari saling mengingatkan dan segera berkoordinasi agar situasi tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ujarnya.

24 Jun 2026 - 16:57
Jangkar Polres Gresik Tampung Aspirasi Nelayan, Soroti Reklamasi dan Harga Ikan Anjlok
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution saat berdialog dengan para nelayan pesisir di Balai Nelayan Purbo Lumpur Gresik (Ist/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) - Polres Gresik terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat utamanya nelayan pesisir melalui kegiatan Jagongan Ngopi Karo Nelayan (Jangkar) yang digelar di Balai Purbo, Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, Selasa (23/06/2026). 

Dalam suasana santai dan penuh keakraban, para nelayan memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari dampak reklamasi hingga maraknya penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan.

Kegiatan yang diinisiasi Sat Polairud Polres Gresik itu diikuti sekitar 50 peserta dari perwakilan nelayan Balai Purbo, Balai Wonorejo, dan Balai Pesusuan. Selain dialog terbuka, Polres Gresik juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Seksi Dokkes serta menyalurkan bantuan sosial dan perlengkapan keselamatan melaut.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah pesisir melalui program Sabuk Kamtibmas.

“Melalui program Sabuk Kamtibmas, kami mengajak seluruh masyarakat nelayan untuk bersama-sama menjaga keamanan wilayah pesisir. Jika ada potensi gangguan kamtibmas maupun pelanggaran hukum, mari saling mengingatkan dan segera berkoordinasi agar situasi tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ujarnya.

Dalam sesi dialog, perwakilan nelayan Kelurahan Lumpur, Toyani, menyampaikan sejumlah permasalahan yang dinilai memengaruhi kehidupan nelayan tradisional.

Toyani menyebut sejumlah persoalan di antaranya semakin sempitnya area penangkapan ikan akibat aktivitas reklamasi dan keberadaan kapal-kapal yang berlabuh di perairan utara Gresik, minimnya sosialisasi proyek reklamasi, turunnya harga ikan dan udang, hingga penggunaan jaring trol yang merusak ekosistem laut dan merugikan nelayan kecil.

Menanggapi aspirasi tersebut, perwakilan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik, Firman, menjelaskan bahwa zona labuh jangkar kapal telah diatur untuk meminimalkan konflik dengan wilayah tangkap nelayan. Pihaknya juga tengah menyiapkan pengaturan batas kecepatan kapal besar demi meningkatkan keselamatan pelayaran di kawasan yang kerap dilalui nelayan.

Sementara itu, Dinas Perikanan Kabupaten Gresik melalui Ir. Kusnain menegaskan bahwa penggunaan alat tangkap yang merusak lingkungan dilarang dan terus diawasi bersama Sat Polairud. Pemerintah daerah juga berupaya membantu nelayan menghadapi penurunan harga hasil tangkapan melalui peningkatan kualitas produk dan perluasan akses pemasaran.

Kasat Polairud Polres Gresik AKP I Nyoman Ardita mengatakan pihaknya telah melakukan pendekatan kepada kelompok nelayan yang masih menggunakan alat tangkap tidak sesuai aturan. Menurutnya, sejumlah kelompok telah sepakat beralih ke alat tangkap yang lebih ramah lingkungan.

“Kami mengimbau kepada seluruh nelayan agar segera melaporkan apabila menemukan aktivitas penangkapan ikan yang mengganggu atau melanggar ketentuan. Sat Polairud siap menindaklanjuti setiap laporan yang masuk demi menjaga ketertiban dan kelestarian sumber daya laut,” tegasnya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan saat melaut, Kapolres Gresik bersama jajaran turut menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan perlengkapan keselamatan laut, seperti pelampung ring (ring buoy), senter, dan jaket pelampung (life jacket).

Melalui forum Jangkar, Polres Gresik berharap komunikasi antara nelayan, kepolisian, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan maritim semakin erat sehingga berbagai persoalan di wilayah pesisir dapat diselesaikan secara kolaboratif demi mewujudkan pesisir Gresik yang aman, produktif, dan sejahtera.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Danramil Kota Kapten Fikri, Kapolsek Kota Iptu Muhammad Kevin Ramadhan, Kasi Humas Polres Gresik Iptu Hepi Muslih Riza, Camat Gresik Jalasvie Triyatmoko, serta Direktur PT SMT Marianus Oei.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow