Hari Jadi ke-458, Bupati Madiun Jadikan Manaqib Kubro Momentum Wujudkan Daerah Bersahaja

"Saya memohon hadiah bacaan surat Al-Fatihah dari seluruh jemaah untuk jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Madiun. Hal ini dimaksudkan agar ikhtiar kerja dan pelayanan jajaran birokrasi dalam menyejahterakan masyarakat senantiasa diridai dan mendapat hidayah," tutur Bupati Madiun.

01 Jul 2026 - 22:44
Hari Jadi ke-458, Bupati Madiun Jadikan Manaqib Kubro Momentum Wujudkan Daerah Bersahaja
Bupati Madiun Hari Wuryanto saat memberikan sambutan di hadapan ribuan jemaah yang memadati halaman Masjid Quba Caruban dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 sekaligus perhelatan Manaqib Kubro Se-Jawa Timur, Rabu (1/7/2026) malam. (Ist)

Madiun, (afederasi.com) - Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan rasa hormat yang luar biasa atas terpilihnya daerah yang dipimpinnya sebagai tuan rumah perhelatan akbar Manaqib Kubro Se-Jawa Timur dan Pengajian Umum, Rabu, 1 Juli 2026 malam. Acara keagamaan masif yang digelar oleh JATQAN-PPRU Kencong Korda Madiun di Masjid Quba Caruban ini terasa kian istimewa karena diselenggarakan bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke-458.

Melihat lautan umat yang memadati lokasi, Bupati Hari Wuryanto mengibaratkan atmosfer padat malam itu sangat luar biasa.

"Suasana berdesakan puluhan ribu jemaah malam ini rasanya layaknya suasana beribadah haji di tanah suci Mekkah. Meskipun cuaca terasa cukup gerah (sumuk), saya sangat mengapresiasi karena seluruh jemaah tetap menunjukkan ketertiban, ketenangan, dan kekhusyukan yang tinggi," ujarnya.

Bupati  menambahkan bahwa kehadiran lautan manusia ini merupakan berkah tersendiri bagi wilayahnya. "Kami merasa sangat terhormat jajaran pemerintah daerah dapat menjadi tuan rumah syiar Islam yang masif ini. Semoga agenda spiritual ini membawa kedamaian dan keberkahan yang melimpah bagi seluruh lapisan masyarakat Madiun," lanjut Bupati Madiun.

Sebagai kepala daerah, beliau secara rendah hati juga meminta dukungan spiritual dari masyarakat yang hadir. "Saya memohon hadiah bacaan surat Al-Fatihah dari seluruh jemaah untuk jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Madiun. Hal ini dimaksudkan agar ikhtiar kerja dan pelayanan jajaran birokrasi dalam menyejahterakan masyarakat senantiasa diridai dan mendapat hidayah," tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Madiun turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran panitia serta Takmir Masjid Quba. Menurut Bupati, menyambut dan melayani tamu dalam skala puluhan ribu orang dengan segala keterbatasan fasilitas memerlukan tingkat kesabaran ekstra dan keikhlasan hati yang luas agar acara berjalan lancar tanpa keluhan.

Di akhir acara, Bupati Hari Wuryanto kembali mengingatkan pentingnya merawat stabilitas dan kerukunan antarwarga. "Kita harus bersyukur, berkaca dari ketegangan di berbagai wilayah luar negeri seperti Timur Tengah, Kabupaten Madiun tetap terjaga dalam kondisi adem ayem. Ini semua berkat tingginya rasa persaudaraan dan toleransi sesama warga," tegas Bupati.

Beliau menggarisbawahi bahwa semangat kebersamaan ini merupakan modal utama pembangunan daerah dalam momentum hari jadi kabupaten. "Semangat guyub rukun inilah yang menjadi modal sosial mendasar demi menyukseskan visi pembangunan daerah, yaitu mewujudkan Kabupaten Madiun yang Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera) menuju tatanan masyarakat yang gemah ripah loh jinawi tata tentrem karta raharja," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Korda Madiun, H. Nur Shoderi, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terlaksananya kegiatan manaqib kubro yang bertepatan dengan hari ulang tahun kabupaten ini. Mewakili seluruh jemaah yang hadir, ia menyatakan ikut bersuka cita dan menyambut bahagia momentum bersejarah tersebut.

"Mugi-mugi Kabupaten Madiun langkung makmur, tambah makmur, tambah maju. Masyarakatipun langkung tentrem dunya akhirat, Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghofur," doa H. Nur Shoderi, yang diamini secara serentak oleh ribuan jemaah yang memenuhi lokasi acara.

Sebagai pelengkap dan penutup rangkaian acara, ceramah pencerahan (mauidhoh hasanah) disampaikan secara khidmat oleh KH. Jauhar Nehru dari Kencong, Kabupaten Kediri. Kehadiran dan pesan-pesan sejuk yang disampaikan beliau berhasil memperkuat keteguhan spiritualitas dan kerukunan umat, sekaligus memberikan peneguhan ilmu rohani yang mendalam bagi lautan jemaah manaqib. (Kominfokabmdn/Adv)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow