Harga Minyak Melambung, Perajin Tahu Bapang Jombang Mengaku Omzet Tergerus 15 Persen
Jombang, (afederasi.com) – Para pengusaha tahu goreng di sentra industri Dusun Bapang, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, saat ini sedang terimpit kenaikan harga minyak goreng.
Tak hanya mengerek biaya produksi, lonjakan harga komoditas ini juga mulai menekan omzet dan mengancam stabilitas usaha kecil menengah (UKM) pangan lokal yang selama ini memasok kebutuhan hingga ke luar kota.
Salah satu perajin, Nuryatin, mengakui bahwa dirinya cukup kaget dengan percepatan kenaikan harga minyak goreng dalam beberapa pekan terakhir. Sentra industri di Dusun Bapang tidak hanya memproduksi tahu mentah, tetapi juga tahu goreng siap konsumsi yang rutin dikirim ke pasar di Surabaya dan Gresik.
“Kenaikan minyak goreng sangat berdampak sekali kepada usaha kami. Untuk tahu goreng, kami butuh 7 kilogram (kg) minyak setiap satu kali masak. Dalam sehari, kami bisa 60 kali goreng. Sejak mendekati hari raya, harga sudah naik terus,” ujar Nuryatin kepada afederasi.com, Senin (27/4/2026).
Menghadapi tekanan biaya, Nuryatin mengaku tidak serta merta mengurangi ukuran tahu—yang bisa merugikan konsumen. Sebagai gantinya, ia memilih menaikkan harga jual tahu goreng secara bertahap.
“Sebelumnya, per satu kali masak itu modalnya Rp160.000, sekarang naik jadi Rp185.000. Harga minyak cenderung naik terus, sampai hari ini masih naik. Kami tidak mengurangi ukuran, tapi harga jual yang kami sesuaikan,” keluhnya.
Meskipun volume produksi secara kuantitas masih dipertahankan, Nuryatin mencatat adanya penurunan omzet keseluruhan. “Kalau ditotal, ada penurunan kisaran 10 hingga 15 persen. Ini karena biaya produksi membengkak, sementara daya beli konsumen di Surabaya dan Gresik juga mulai menurun,” paparnya.
Nuryatin menyoroti bahwa krisis tidak hanya datang dari minyak goreng. Harga bahan baku utama seperti kedelai dan plastik kemasan juga ikut melonjak, memperparah tekanan likuiditas usaha.
“Dampak ke pembeli jelas terasa. Ada penurunan penjualan untuk tahu goreng yang biasa kami kirim ke Surabaya dan Gresik sebelah selatan. Bukan cuma minyak goreng, harga plastik dan kedelai juga naik,” bebernya.
Ia berharap pemerintah segera menemukan solusi atas gejolak harga komoditas pangan ini. “Semoga harga kedelai dan minyak goreng bisa cepat turun. Kami tetap berusaha menjaga produksi, tapi butuh kestabilan harga,” pungkasnya. (san)
What's Your Reaction?

