Kisah Khusnul Khotimah, Agen BRILink Jombang: Dari Warung Bensin Eceran Jadi Pahlawan Inklusi Keuangan Perbatasan
Jombang, (afederasi.com) – Mengubah kebiasaan masyarakat di pelosok desa bukanlah pekerjaan mudah. Tantangan itu dirasakan betul oleh Khusnul Khotimah (41), warga Dusun Mojo, Desa Mojodanu, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang. Ketika pertama kali membuka layanan Agen BRILink di ruang tamu rumahnya pada kurun waktu 2011-2012, ia harus berhadapan langsung dengan tembok keraguan warganya sendiri.
Kini, setelah lebih dari satu dekade, wanita tersebut telah menjelma menjadi pahlawan inklusi keuangan. Warung kecilnya di perbatasan Jombang-Mojokerto itu tak lagi sepi, melainkan menjadi pusat transaksi perbankan warga lintas kabupaten.
"Awal buka itu transaksinya sepi. Warga takut karena belum familier dengan perbankan yang bentuknya cuma warung. Mereka belum percaya sepenuhnya," tutur Khusnul kepada afederasi.com, Senin (27/4/2026).
Saat itu, usaha Khusnul masih sangat sederhana. Ia hanya mengandalkan penjualan bensin eceran dan pulsa. Berbekal pinjaman modal Rp20 juta dari BRI, ia memberanikan diri mengembangkan toko sembari merintis jalan sebagai agen laku pandai di desanya. Di sela-sela menjaga warung yang sepi, ia juga mengurus anak pertamanya yang bersiap masuk sekolah.
Namun, ia tak menyerah. Konsistensi dan kesabaran dalam melayani perlahan membuahkan hasil.
"Lewat pelayanan yang sabar, saya membuktikan bahwa layanan perbankan di warung saya sama amannya seperti di kantor cabang. Kemudahan ini akhirnya membalikkan keadaan," ujarnya.
Dulu hanya toko kecil, sekarang warung milik Khusnul telah bermetamorfosis menjadi toko sembako yang lengkap. Kesuksesan finansial ini tidak hanya dirasakannya sendiri, tetapi juga keluarganya. Ia mampu mengantarkan anak pertamanya hingga ke bangku kuliah, sementara anak keduanya kini duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).
Letak geografis Desa Mojodanu yang berada tepat di perbatasan dengan Kabupaten Mojokerto justru menjadi berkah tersendiri. Kini, nasabah Khusnul tidak hanya datang dari Kecamatan Ngusikan, tetapi banyak warga dari kabupaten tetangga yang menjadikan tokonya sebagai tempat jujugan utama untuk transaksi perbankan.
Aktivitas ramai ini otomatis meningkatkan pendapatannya dari penjualan sembako dan aneka barang dagangan.
Di lain pihak, Boedhi Winaryo, Branch Manager BRI Kantor Cabang (KACAB) Jombang, mengungkapkan bahwa pihaknya terus meningkatkan peran dan komitmen dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia, khususnya di wilayah setempat.
Keberadaan Agen BRILink, kata Boedhi, terbukti memberikan akses layanan perbankan yang lebih baik kepada masyarakat—baik di perkotaan hingga pelosok desa.
"Per Maret 2026, di Jombang sendiri terdapat 1.065 Agen BRILink yang tersebar di berbagai lokasi. Ini merupakan komitmen nyata BRI Jombang dalam menghadirkan solusi keuangan yang efisien, terjangkau, dan mudah diakses bagi seluruh masyarakat wilayah Jombang," ungkapnya.
Boedhi menegaskan, melalui model bisnis berbasis kemitraan ini, BRI berhasil menciptakan ekosistem inklusi keuangan yang berkelanjutan.
"Masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan perbankan, tetapi juga bagian dari rantai nilai ekonomi digital yang memberikan dampak sosial dan ekonomi secara langsung di tingkat desa," pungkasnya. (san)
What's Your Reaction?

