Dari Limbah Jadi Devisa, Sekam Padi UMKM Binaan Polres Gresik Tembus Pasar Jepang hingga Timur Tengah

"Sekam padi yang dulunya hanya menjadi sampah kini diolah menjadi biomass ramah lingkungan, material insulasi industri baja, hingga pakan ternak alternatif bernutrisi tinggi yang ternyata diminati pasar global," ungkapnya

16 May 2026 - 23:22
Dari Limbah Jadi Devisa, Sekam Padi UMKM Binaan Polres Gresik Tembus Pasar Jepang hingga Timur Tengah
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution saat meninjau UMKM binaan Polres Gresik (Humas Polres Gresik/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Siapa sangka limbah sekam padi yang selama ini identik dengan tumpukan sisa pertanian kini berubah menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi. Di tangan pelaku usaha lokal binaan Polres Gresik, limbah organik tersebut sukses menembus pasar internasional dan menjadi produk ramah lingkungan berdaya saing global.

Inovasi itu ditunjukkan PT Aji Bakuh Anugrah (ABA), UMKM asal Gresik yang berhasil mengolah sekam padi menjadi produk ekspor unggulan berupa arang sekam (bio-carbon) dan feedmeal untuk kebutuhan industri hingga peternakan luar negeri.

Keberhasilan tersebut turut mendapat perhatian saat kunjungan kerja Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Jawa Timur, Jumat (15/05/2026). 

Di sela agenda peninjauan kesiapan pengamanan kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto di Museum Marsinah, Kapolri bersama jajaran Mabes Polri dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto memberikan apresiasi terhadap program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dijalankan Polres Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution yang mendampingi langsung kunjungan itu menegaskan, kehadiran Polri tidak hanya fokus menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pembinaan usaha produktif.

AKBP Ramadhan menilai PT ABA berhasil menangkap peluang besar dari limbah pertanian yang selama ini kurang dimanfaatkan. 

"Sekam padi yang dulunya hanya menjadi sampah kini diolah menjadi biomass ramah lingkungan, material insulasi industri baja, hingga pakan ternak alternatif bernutrisi tinggi yang ternyata diminati pasar global," ungkapnya.

Bahkan, tambah AKBP Ramadhan, produk mereka bahkan disebut telah memenuhi standar internasional dan diterima pasar Jepang, Korea Selatan hingga kawasan Timur Tengah. Kualitas produk dijaga ketat mulai dari kadar air, kualitas karbon, hingga kandungan nutrisi untuk kebutuhan industri dan peternakan modern.

Selain kualitas produk, posisi strategis Gresik yang dekat dengan Pelabuhan Tanjung Perak juga menjadi nilai tambah tersendiri.

" Adanya kemudahan akses distribusi membuat proses ekspor lebih efisien dan kompetitif di pasar internasional," tandas AKBP Ramadhan.

PT ABA juga telah mengantongi legalitas ekspor lengkap, termasuk Certificate of Origin (COO), yang semakin meningkatkan kepercayaan buyer luar negeri terhadap produk asal Kabupaten Gresik.

Sementara, perwakilan PT ABA menyebut meningkatnya tren penggunaan produk berbasis ramah lingkungan di berbagai negara menjadi peluang besar bagi industri pengolahan limbah organik asal Indonesia.

“Kami mengolah bahan organik bernutrisi menjadi pakan ternak berkualitas. Ini bukan hanya soal bisnis, tetapi bagaimana limbah pertanian Indonesia mampu menjadi solusi bagi ketahanan pangan dan energi global,” ujar perwakilan PT ABA.

Keberhasilan UMKM binaan Polres Gresik tersebut menjadi bukti bahwa inovasi lokal mampu bersaing di panggung dunia. Di tengah meningkatnya isu keberlanjutan dan energi hijau, langkah mengubah limbah menjadi produk bernilai ekspor tak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga memberi dampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow