Dies Natalis Fakultas Kehutanan UGM ke-60: Memperingati Kelestarian Hutan dan Lingkungan
Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) merayakan Dies Natalisnya yang ke-60 dengan tema yang sangat relevan, "Menjaga Kelestarian Hutan dan Lingkungan Indonesia."
Yogyakarta, (afederasi.com) - Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) merayakan Dies Natalisnya yang ke-60 dengan tema yang sangat relevan, "Menjaga Kelestarian Hutan dan Lingkungan Indonesia." Acara perayaan ini dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, serta berbagai pihak, termasuk PT Astra Internasional.
Menteri LHK, dalam pidatonya, menggarisbawahi berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan hutan, dan ia berharap para akademisi dan pihak lain terus mendukung pemerintah dalam mencari solusi-solusi yang tepat. Salah satu solusi yang ditekankan adalah paradigma pengelolaan hutan secara lestari, sekaligus menjaga keseimbangan dan keadilan.
"Tantangan pengelolaan sumber daya hutan akan terus bertambah, turbulensi-turbulensi baru akan terus bermunculan. Mari kita elaborasi langkah lanjut untuk menghadapi berbagai tantangan," ujar Menteri Siti.
Fakultas Kehutanan UGM memiliki sejarah panjang yang dipenuhi dengan kontribusi signifikan, termasuk pemikiran yang menjadi rujukan dan sumber ilmu pengetahuan terkait kehutanan. Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, menekankan bahwa Dies Natalis ini adalah momentum untuk meningkatkan kualitas pengetahuan dalam ilmu kehutanan, khususnya dalam pengelolaan hutan tropis. Tujuannya adalah agar hutan tropis tetap lestari dan memberikan kontribusi maksimal bagi kehidupan bangsa dan negara.
"Tema yang dipilih untuk peringatan Dies Natalis ini mencerminkan perjalanan sejarah Fakultas Kehutanan UGM yang telah ada sejak tahun 1963. Fakultas ini berkomitmen mendukung pengelolaan hutan Indonesia yang lestari serta memastikan fungsi ekosistem dan jasa lingkungan hutan tetap berperan dalam meningkatkan kualitas kehidupan di masa depan." tegas Sigit.
Selain itu, kerjasama antara PT Astra Internasional dan Fakultas Kehutanan UGM juga disorot dalam acara ini. Head of Environment Astra, Bondan Susilo, mengungkapkan bahwa mereka telah lama bermitra dengan Fakultas Kehutanan UGM dalam upaya meningkatkan karbon di berbagai lokasi, seperti di Wanagama, Gunung Kidul. Di lahan seluas 80 hektar tersebut, mereka telah melakukan penanaman berbagai varietas pohon, termasuk jati, mahoni, kemiri, ebony, nangka, dan cendana.
Kerjasama ini juga mencakup upaya konservasi dan pemberdayaan masyarakat sekitar untuk merawat tanaman tersebut serta pelestarian daerah aliran sungai. PT Astra Internasional telah mengambil langkah-langkah untuk menangkap isu-isu seputar serapan karbon, yang sesuai dengan amanat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta sebagai bagian dari progam Aspirasi Keberlanjutan Astra 2030. Salah satu targetnya adalah mengurangi gas rumah kaca hingga 30 persen sesuai dengan progam keberlanjutan Astra 2030. (mg-1/jae)
What's Your Reaction?



