BPR Jwalita Resmi Berubah Nama, DPRD Trenggalek Harapkan Kinerja Maksimal

DPRD Kabupaten Trenggalek resmi menyetujui perubahan nama BPR Jwalita menjadi Bank Perekonomian Rakyat serta pemberian suntikan modal sebesar Rp 10 miliar untuk tingkatkan PAD.

27 May 2026 - 19:08
BPR Jwalita Resmi Berubah Nama, DPRD Trenggalek Harapkan Kinerja Maksimal
Penandatanganan persetujuan Ranperda menjadi Perda di Graha Paripurna DPRD Trenggalek (suparni/afederasi.com)

Trenggalek, (afederasi.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) mengenai perubahan nomenklatur BPR Jwalita dan penyertaan modal daerah dalam rapat paripurna di Graha Paripurna DPRD Trenggalek. 

Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, menjelaskan bahwa agenda rapat paripurna kali ini mencakup beberapa poin strategis. Selain persetujuan Ranperda BPR Jwalita, rapat tersebut juga membahas pengucapan sumpah Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota dewan serta pengumuman rotasi pimpinan dan alat kelengkapan DPRD.

"Semua agenda, termasuk persetujuan Ranperda menjadi Perda terkait BPR Jwalita, telah disetujui bersama oleh legislatif dan eksekutif," ujar Doding usai memimpin rapat.

Terkait perubahan tersebut, nomenklatur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu kini berubah dari Bank Perkreditan Rakyat menjadi Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Jwalita. Doding menyebutkan, pihak manajemen nantinya akan mengusung branding baru dengan nama Bank Trenggalek dalam strategi promosi mereka.

Mengenai suntikan modal, Doding menegaskan bahwa DPRD telah menyepakati nilai penyertaan modal sebesar Rp 10 miliar. Dana tersebut akan disalurkan secara bertahap dalam dua tahun anggaran.

"Kami sepakati penyertaan modal sebesar Rp 10 miliar yang dibayarkan dua tahap, yakni Rp 5 miliar pada tahun 2027 dan Rp 5 miliar di tahun 2028," jelasnya.

Doding optimistis langkah ini akan memperkuat performa keuangan BPR Jwalita mengingat kinerjanya yang terus menunjukkan progres positif. Selama ini, BPR Jwalita tercatat sebagai salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar bagi Kabupaten Trenggalek dengan kontribusi laba mencapai lebih dari Rp 1 miliar per tahun.

"BPR Jwalita adalah penyumbang PAD terbesar dari sektor BUMD di Trenggalek. Dengan suntikan modal dan rebranding ini, kami berharap jangkauan layanan semakin luas dan laba perusahaan dapat meningkat signifikan," pungkas Doding.(pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow