Turunkan Angka Stunting, Program Isi Piringku di Banyuwangi Terus Digenjot

Isu stunting telah menjadi perhatian nasional yang memerlukan tindakan serius di seluruh wilayah Indonesia.

05 Sep 2023 - 09:34
Turunkan Angka Stunting, Program Isi Piringku di Banyuwangi Terus Digenjot
Ilustrasi stunting, tinggi badan anak. (Envato Elements)

Banyuwangi, (afederasi.com) - Isu stunting telah menjadi perhatian nasional yang memerlukan tindakan serius di seluruh wilayah Indonesia. Kabupaten Banyuwangi, salah satu daerah yang perlu mendapatkan perhatian khusus, memiliki tingkat stunting sebesar 18.8 persen, menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Meskipun angka ini masih di bawah target nasional RPJMN 2022-2024 sebesar 14 persen, langkah-langkah konkret perlu diambil untuk mengatasi masalah ini.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah melalui program "Isi Piringku" yang diluncurkan oleh Danone Indonesia. Program ini melibatkan komunitas ibu dan PKK sebagai garda terdepan dalam pencegahan stunting di Banyuwangi. Peluncuran program ini berlangsung pada 24 Agustus 2023, dan mendapatkan apresiasi yang besar dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Menurut Rizki Pohan, Health & Nutrition Senior Manager Danone Indonesia, program "Isi Piringku" memiliki misi untuk membawa kesehatan kepada sebanyak mungkin orang. Dalam upaya ini, mereka akan menjalankan kegiatan selama 4 bulan di Banyuwangi, dengan melakukan pengukuran dampak sebelum dan setelah program ini berjalan. Selain itu, program ini juga mencakup pelatihan tentang tumbuh kembang dan pola asuh anak dalam pencegahan stunting.

"Nanti akan dilakukan pengukuran, bagaimana dampak yang diterima sebelum dan setelah program ini berjalan. Dalam kegiatan peluncuran ini, diadakan pula pelatihan yang membahas tentang tumbuh kembang dan pola asuh anak dalam pencegahan stunting,” ujar Rizki Pohan.

Salah satu poin penting yang ditekankan dalam upaya pencegahan stunting adalah pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam pembentukan pertumbuhan dan perkembangan anak. Periode ini dimulai dari masa kehamilan hingga usia 2 tahun pertama anak. Nutrisi dan gizi yang cukup selama periode ini memiliki dampak besar terhadap stunting dan masalah perkembangan anak.

Ina Adriatul Masulah, dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, menjelaskan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak dapat dibagi menjadi internal dan eksternal. Kontrol faktor eksternal, seperti asupan gizi selama kehamilan dan setelah kelahiran, sangat penting untuk mencegah stunting.

Pedoman "Isi Piringku" menekankan pentingnya porsi makanan yang sehat, dengan makanan pokok sebagai sumber karbohidrat, lauk pauk, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Panduan ini tidak hanya memastikan kenyang, tetapi juga memastikan asupan gizi yang cukup untuk pertumbuhan anak.

Roni Sya'roni, Direktur Spektra, menjelaskan bahwa dalam menjalankan program "Isi Piringku" di Kabupaten Banyuwangi, Danone Indonesia bekerja sama dengan SPEKTRA, lembaga swadaya masyarakat yang fokus pada pemberdayaan kesehatan, pendidikan, dan advokasi pembangunan. Program ini tidak hanya berhenti pada peluncuran, melainkan juga melibatkan kegiatan pendampingan masyarakat dan distribusi media edukasi "Isi Piringku."

Dengan upaya bersama ini, diharapkan Kabupaten Banyuwangi dapat mengatasi masalah stunting dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus Indonesia. Program "Isi Piringku" menjadi langkah nyata dalam mewujudkan visi tersebut.(mg-2/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow