Tiga Kapal dan Satu Pesawat Dikerahkan Lakukan Pencarian 7 Korban Perahu Tertimpa Rumah Kontainer di Perairan Madura
Gresik, (afederasi.com) – Upaya pencarian terhadap 7 orang korban tertimpa rumah kontainer di area anjungan pengeboran minyak PHE WMO yang belum ditemukan terus dilakukan.
Tim SAR pada pencarian korban yang telah memasuki hari ketiga, selain KN SAR 249 Permadi BASARNAS, juga menyerahkan dua kapal lain dan 1 pesawat yang terlibat membantu proses pencarian.
Dua kapal tersebut, yaitu KN 116 Chundamani milik KPLP Tanjung Perak, serta KP Hiu 09 milik Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sedangkan satu pesawat yang dimaksud, yaitu pesawat ATR 42-300 PK YRE milik KKP.
SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR kali ini, Muhamad Hariyadi mengatakan, ketiga Alut laut, yaitu KN SAR 249 Permadi, KN 116 Chundamani, dan KP Hiu 09 telah melakukan upaya pencarian dengan menyisir area seluas sekitar 50 mil laut.
"Berdasarkan informasi dari Nahkoda KN SAR 249 Permadi, kapal BASARNAS ini telah melakukan penyisiran di area pencarian dengan total jarak tempuh sekitar 161,6 mil laut, melakukan pola pencarian Creeping line, dimana KN SAR 249 Permadi bergerak dengan pola lintasan yang sejajar dan area pengamatan yang luas," ungkap Hariyadi, Minggu (16/06/2024).
Sekitar pukul 10.09 WIB, tim KN SAR 249 Permadi dapat berkomunikasi dengan pilot pesawat ATR 42-300 PK YRE. Pesawat yang take off pada pukul 08.32 WIB dan dengan rute HLP-SAS-LBK ini tiba di area pencarian sekitar pukul 10.36 WIB, kemudian melakukan pencarian.
"Tanda-tanda keberadaan ketujuh korban yang belum ditemukan," imbuh Hariyadi.
Tim SAR gabungan juga berkoordinasi dengan SROP Surabaya dan VTS Surabaya guna pemapelan informasi kejadian kecelakaan ini kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Hal ini dimaksudkan agar mereka memberikan bantuan jika menemukan para korban.
Selain tim KN SAR 249 Permadi BASARNAS, KPLP Tanjung Perak, dan KKP, upaya pencarian ketujuh korban tersebut juga melibatkan peran dari BMKG Maritim Tanjung Perak untuk informasi cuaca wilayah perairan, Satpolairud Gresik, Syahbandar Gresik, Pos Kamladu Gresik, Satpolairud Bangkalan, Pelindo Gresik, BPBD kabupaten Gresik, dan nelayan sekitar.
Upaya pencarian hingga hari ketiga berakhir sekitar pukul 17.00 WIB, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan ketujuh korban yang dicari.
Seperti diberitakan sebelumnya, akibat jatuhnya rumah kontainer di area anjungan PHE WWO, pada Selasa (11/6/2024) ini, sebanyak 8 orang korban ditemukan dalam kondisi selamat, 1 orang dalam kondisi meninggal, dan 7 orang lainnya belum ditemukan.
Dari data yang dihimpun identitas dari ketujuh orang korban yang belum ditemukan ini diketahui atas nama Aris asal Blandongan, kabupaten Gresik; serta enam orang warga Kelurahan Kroman, Kabupaten Gresik yakni Abdul Gofar alias Gopek, Moulyono, Wawan, Haris, Lutfi dan Oji. (frd)
What's Your Reaction?



