Pasar Agrobis Babat Lamongan Diamuk Si Jago Merah: 7 Stand Ludes, Kerugian Capai Rp1 Miliar
"Pemilik terakhir kali meninggalkan ruko itu pada hari Minggu dini hari sekitar jam 01.00 WIB. Pihaknya memastikan semua instalasi listrik dalam kondisi sudah dimatikan dan tidak ada barang elektronik di dalam ruko. Isi di dalam ruko murni komoditas plastik dan styrofoam, yang sebagian merupakan milik sendiri dan sebagian lagi titipan orang lain," ujar Rayin, Senin (13/7/2026) pagi.
Lamongan, (afederasi.com) – Kebakaran hebat melanda kompleks Pasar Agrobis Babat, Kabupaten Lamongan, pada Minggu (12/7/2026) malam. Sebanyak 7 unit stand toko berukuran masing-masing 3x4 meter ludes terbakar, sementara 6 stand lainnya dilaporkan ikut terdampak. Kerugian materiil akibat insiden ini ditaksir mencapai Rp1 miliar.
Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui oleh warga dan saksi mata di lokasi kejadian sekitar pukul 20.30 WIB. Kobaran api diduga berasal dari salah satu stand ruko yang menjual beraneka ragam plastik dan styrofoam milik Chaerul Fitrianto (33), warga asal Kecamatan Widang, Tuban.
Menurut laporan di lapangan, kobaran api mendadak menyala dari dalam dan bagian atas ruko nomor B-A 01. Api kemudian menjalar cepat ke arah depan hingga membakar tumpukan styrofoam yang berada di luar toko. Warga yang berada di TKP sempat berteriak meminta tolong, namun material yang didominasi plastik membuat api membesar dengan sangat cepat.
Laporan resmi masuk ke posko Pemadam Kebakaran (Damkar) Lamongan Korwil Babat pada pukul 20.39 WIB. Enam menit berselang, armada pemadam tiba di tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan lokalisir agar api tidak merembet ke blok pasar lainnya.
Mengingat skala kebakaran yang cukup besar, petugas gabungan menerjunkan kekuatan penuh. Sebanyak 8 unit armada pemadam kebakaran dan 5 unit armada water supply dikerahkan dari berbagai wilayah lintas kabupaten, termasuk bantuan armada dari Bojonegoro dan Tuban, dengan total 68 personel pemadam yang diterjunkan ke lokasi.
Proses pemadaman berlangsung dramatis dan membutuhkan waktu hingga berjam-jam. Api baru benar-benar berhasil dipadamkan dan dilakukan proses pendinginan total pada Senin (13/7/2026) pagi sekitar pukul 04.30 WIB.
Kabid Damkar Lamongan, Rayin, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan dari pemilik stand, ruko tersebut dalam kondisi kosong lantaran pasar selalu libur setiap hari Minggu.
"Pemilik terakhir kali meninggalkan ruko itu pada hari Minggu dini hari sekitar jam 01.00 WIB. Pihaknya memastikan semua instalasi listrik dalam kondisi sudah dimatikan dan tidak ada barang elektronik di dalam ruko. Isi di dalam ruko murni komoditas plastik dan styrofoam, yang sebagian merupakan milik sendiri dan sebagian lagi titipan orang lain," ujar Rayin, Senin (13/7/2026) pagi.
Tujuh unit stand yang ludes terbakar meliputi nomor B-A 01, B-A 02, B-A 03, serta blok AC nomor 13, 14, 15, dan 16. Sementara itu, 6 unit stand yang ikut terdampak imbas rembetan api adalah stand BA-4, BA-5, BA-6, AC-11, AC-12, dan BD-15.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Upaya pemadaman di lapangan turut dibantu oleh jajaran samping, mulai dari personel Yon TP KJM Ngimbang, Polres Lamongan, Polsek Babat, Koramil Babat, hingga Satpol PP Kecamatan dan Kabupaten Lamongan. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya titik api masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. (yan)
What's Your Reaction?

