Inovasi Terbaru PLN: Menghasilkan Hidrogen Hijau untuk Mendukung Transisi Energi

PLN (Persero) Indonesia Power, dalam upaya mendukung transisi energi dan meningkatkan minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, tengah mempersiapkan Hydrogen Refueling Station (HRS) sebagai proyek uji coba di daerah Senayan, Jakarta.

23 Nov 2023 - 09:27
Inovasi Terbaru PLN: Menghasilkan Hidrogen Hijau untuk Mendukung Transisi Energi
Toyota Mirai, mobil bertenaga sel bahan bakar yang menggunakan Hidrogen sebagai sumber energi (Shutterstock).

Jakarta, (afederasi.com) - PLN (Persero) Indonesia Power, dalam upaya mendukung transisi energi dan meningkatkan minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, tengah mempersiapkan Hydrogen Refueling Station (HRS) sebagai proyek uji coba di daerah Senayan, Jakarta. "Ini akan menjadi hydrogen refueling station pertama di Indonesia. Ini juga akan meningkatkan minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan yaitu mobil hidrogen," ungkap Edwin Nugraha Putra, Direktur Utama PLN Indonesia Power seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Dikutip dari kantor berita Antara, PLN telah mengimplementasikan hydrogen plant dengan electrolyzer pada pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) atau pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebagai bagian dari inovasi mereka. Mesin ini bertugas memproduksi hidrogen yang digunakan untuk mendinginkan generator pembangkit listrik. "Dari 21 unit hydrogen plant tadi dihasilkan hidrogen 199 ton per tahun. Sayangnya, cuma 75 ton per tahun yang digunakan untuk kebutuhan pendinginan generator pembangkit listrik," ungkap sumber dari PLN.

Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT PLN (Persero), menyatakan peluang untuk memanfaatkan hidrogen sebagai value creation yang dapat memberikan nilai tambah bagi bisnis PLN (Persero) dan mendukung transisi energi. PLN telah mengembangkan rantai pasok green hidrogen di Indonesia, termasuk Hydrogen Refueling Station (HRS) untuk pengisian daya Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV). "Kapasitas PLN sebagai produsen hidrogen kini mampu memproduksi 199 ton hidrogen hijau melalui 21 green hydrogen plant (GHP) yang tersebar di seluruh Indonesia," tambah Darmawan Prasodjo.

Dalam menjawab transisi energi, PLN melakukan inovasi dengan memanfaatkan existing facility di pembangkit-pembangkit thermal. Darmawan Prasodjo menjelaskan, "Memaksimalkan existing facility yang ada di pembangkit-pembangkit thermal kemudian kami lakukan inovasi dengan memanfaatkan 100 persen EBT (energi baru terbarukan) menjadi green hydrogen." PLN juga memanfaatkan solar PV yang terpasang di kawasan pembangkit PLN, ditambah dengan renewable energy certificate (REC) dari beberapa pembangkit EBT di Indonesia. Dengan cara ini, PLN berhasil memproduksi 100 persen hidrogen hijau.

Dengan inovasi ini, green hydrogen tidak hanya dimanfaatkan untuk pendingin generator pembangkit, tetapi juga dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Darmawan Prasodjo menekankan, "Dengan inovasi ini, selain untuk pendingin generator pembangkit, green hydrogen bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, di antaranya untuk industri pupuk, industri bahan kimia, cofiring pembangkit hingga untuk fuel cell electric vehicle (FCEV)." PLN berupaya memberikan kontribusi positif dalam mendukung peralihan menuju energi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.(mg-2/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow