Hasil Survey Kedua, Eleklabilitas Petahana Merosot 

02 Jul 2024 - 23:25
Hasil Survey Kedua, Eleklabilitas Petahana Merosot 
Peneliti Utama Sufyanto dari Lembaga Survei The Republik Institute. (Fahrudin/afederasi.com)  

Gresik, (afederasi.com) - Kontestasi Pilkada Gresik 2024 semakin dekat, sejumlah lembaga survei pun telah merilis hasil surveinya. Seperti yang dilakukan Lembaga Survei The Republik Institut, menjelang pendaftaran pasangan calon (Paslon) telah melakukan rilis terkait elaktabilitas Bakal Calon Bupati (Bacabup) Gresik, yakni petahana Fandi Akhmad Yani, Asluchul Alif, dan M. Syahrul Munir dalam Pilkada Gresik 

Survei dengan melibatkan sebanyak 800 responden yang dilakukan pada 1-10 Juni 2024 ini ada sejumlah temuan menarik   Berdasarkan hasil survei menunjukkan kandidat Cabup Petahana masih teratas namun ditemukan adanya tren penurunan. Sementara  kandidat Bacabup Gresik lainya yang muncul dalam survei mengalami tren naik yang signifikan.

Peneliti utama The Republik Institut, Sufyanto mengatakan hasil survei dengan margin eror 3,46% ini menunjukan elektabilitas petahana Yani dipepet Alif, sementara Syahrul Munir masih tertinggal.

“Elektabilitas Gus Yani di angka 39,2%, Alif 31,9%, dan Syahrul 8,7%. Yang masih belum memilih atau tidak tahu di kisaran 20,2%” katanya pada Selasa (02/07/2024).

Dibanding dengan survei pertama pada periode Desember 2023 hingga Januari 2024, elektabilitas Yani saat itu masih sangat tinggi yakni di angka 53,7%. Sementara, dr Alif saat itu elektabilitas hanya di angka 8,1%.

Dari hasil survei pertama dan kedua, elektabilitas petahana merosot 16,4%, sementara kompetitornya Alif naik tajam dari 8,1% menjadi 31,9%.

“Sementara Syahrul belum tahu karena saat survei pertama belum terlihat,” ungkap Sufiyanto 

Kenaikan signifikan elektabilitas Alif, ungkap Sufyanto, dipengaruhi tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja petahana di kisaran 63%.

“Kinerja Petahana sebagai kepala daerah dianggap kurang maksimal, apalagi di sektor infrastruktur dan lapangan kerja, dua itu yang paling disorot dan mempengaruhi elektabilitas Yani yang terus merosot sampai 16 persenan,” terang Sufyanto.

Sufyanto juga mengungkap jika kehadiran Syahrul sebagai calon bupati juga tak bisa dianggap remeh dan bisa menjadi kuda hitam pada Pilkada Gresik 2024. Lebih lanjut Sufyanto memaparkan apalagi Syahrul Munir merupakan Ketua Fraksi PKB yang telah ditugaskan oleh DPP PKB untuk turun bersosialisasi kepada masyarakat.

“Saat ini elektabilitas Syahrul di angka 8,7. Ini sangat besar, padahal baru muncul, hal itu dipengaruhi karena PKB adalah pemenang Pileg di Gresik dan menguasai kursi DPRD,” papar peneliti lulusan Universitas Airlangga Surabaya ini. (frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow