Harga Pakan Naik, Telur Turun! Peternak Ayam Petelur  di Jombang Merugi

10 May 2026 - 16:10
Harga Pakan Naik, Telur Turun! Peternak Ayam Petelur  di Jombang Merugi
Pekerja saat sedang memanen telur di kandang Eko Murdianto di Desa Mojotengah Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang, Minggu (10/05/2026). (Foto: Santoso/afederasi.com)

Jombang (afederasi.com) – Para peternak ayam petelur di Kabupaten Jombang saat ini sedang dilanda situasi sulit. Pasalnya, harga pakan ayam terus merangkak naik di tengah harga jual telur yang justru ambruk drastis. Kondisi ini membuat banyak peternak menjerit lantaran terancam mengalami kerugian besar.

Salah satu peternak ayam peterlur asal Desa Mojotengah, Kecamatan Mojowarno, Eko Murdianto, mengungkapkan keluh kesahnya kepada awak media, Minggu (10/5/2026). Menurutnya, sejak dua pekan terakhir, kenaikan harga pakan ayam terjadi sangat tajam dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Eko menjelaskan, sebelumnya harga pakan ayam masih berkisar antara Rp6.800 hingga Rp7.000 per kilogram. Namun kini, harga tersebut melonjak menjadi Rp7.400 hingga Rp7.800 per kilogram.

"Harga pakan ayam sebelumnya dari Rp6.800–Rp7.000 per kilogram, sekarang naik menjadi Rp7.400–Rp7.800 per kilogram. Ini yang membuat peternak kelimpungan. Harga telur turun, harga pakan naik signifikan. Kenaikan ini diperkirakan berlangsung sampai akhir Mei 2026," ungkap Eko.

Tak hanya dibebani kenaikan pakan, para peternak juga harus menerima kenyataan pahit bahwa harga jual telur di tingkat peternak justru merosot tajam.

*"Kalau kemarin-kemarin harga telur di tingkat peternak masih kisaran Rp26.000–Rp27.000, sekarang turun drastis menjadi sekitar Rp22.000–Rp22.500,"* keluhnya.

Ironisnya, lanjut Eko, ketersediaan telur di pasaran saat ini sangat melimpah. Namun, kelimpahan stok justru tidak diiringi dengan kenaikan harga.

"Ketersediaan telur sangat cukup banyak, tapi harganya malah turun. Ini yang memberatkan di tingkat produsen peternak telur seperti kami," tambahnya.

Di tengah kondisi yang semakin tertekan, Eko berharap pemerintah atau pihak terkait dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga pakan ayam petelur. Ia juga berharap harga jagung sebagai salah satu komponen utama pakan bisa turun.

"Semoga harga pakan segera stabil dan harga jagung turun, sehingga peternak ayam petelur tidak resah karena harga yang terus naik. Kami ingin produksi telur bisa kembali normal dan peternak tidak merugi," pungkasnya.

Para pengamat peternakan memperingatkan bahwa jika kondisi harga pakan dan telur ini tidak segera diatasi, tidak menutup kemungkinan banyak peternak kecil yang gulung tikar. Dalam jangka panjang, hal ini justru akan menyebabkan kelangkaan pasokan telur dan berujung pada lonjakan harga di tingkat konsumen.

Masyarakat diimbau untuk mencermati dinamika ini, sementara peternak berharap ada kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan usaha peternakan rakyat di Jombang. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow