Evakuasi Dramatis Siswi PKL di Tulungagung: Mendadak Lumpuh Saat Ambil Tas, Damkar Turun Tangan

Petugas Damkar Tulungagung melakukan aksi penyelamatan dramatis terhadap siswi PKL yang mengalami lumpuh mendadak. Korban dievakuasi menggunakan tandu basket dari lantai dua.

12 May 2026 - 06:23
Evakuasi Dramatis Siswi PKL di Tulungagung: Mendadak Lumpuh Saat Ambil Tas, Damkar Turun Tangan
Sandra Kirana Aulia (18), siswi PKL yang mengalami cedera punggung hebat hingga tak mampu bergerak (ist)

Tulungagung, (afederasi.com) – Seorang siswi Praktik Kerja Lapangan (PKL) asal Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat, terpaksa dievakuasi petugas pemadam kebakaran setelah mengalami kelumpuhan mendadak di lantai dua sebuah kantor layanan internet, Senin (11/5/2026) malam. Sempitnya akses tangga memaksa petugas menggunakan prosedur penyelamatan khusus menggunakan tandu basket dan mobil rescue

Korban, Sandra Kirana Aulia (18), yang merupakan siswi kelas 11 SMK Sore, dilaporkan mendadak kaku dan tak mampu menggerakkan bagian bawah tubuhnya. Peristiwa yang terjadi di Dusun Krajan, Desa Gesikan, Kecamatan Pakel tersebut bermula dari gerakan sederhana saat korban hendak merunduk.

Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Damkar Tulungagung, Iwan, mengungkapkan bahwa korban mengalami serangan sakit luar biasa tepat di bagian tulang belakang saat mengambil tas untuk bersiap pulang.

"Begitu merunduk, punggungnya tiba-tiba terkunci dan tidak bisa digerakkan sama sekali. Korban tergeletak terlentang di lantai dalam kondisi kesakitan," kata Iwan saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Melihat kondisi korban yang memprihatinkan, rekan-rekan korban di lokasi sempat dilanda kepanikan. Mereka akhirnya memutuskan menghubungi petugas Damkar lantaran struktur bangunan yang menyulitkan upaya pertolongan pertama secara mandiri.

"Rekan korban tidak berani memindahkan posisi tubuhnya karena risiko cedera saraf. Selain itu, akses tangga di kantor tersebut sangat sempit, tidak memungkinkan untuk menggotong orang turun," imbuhnya.

Guna menghindari risiko fatal, tim Damkar yang tiba di lokasi segera menyusun strategi evakuasi vertikal. Petugas memposisikan mobil unit rescue tepat di bawah teras lantai dua sebagai titik tumpu penurunan korban.

Proses pemindahan dilakukan dengan sangat hati-hati. Tubuh Sandra diletakkan di atas tandu basket dengan pengamanan ketat guna menjaga stabilitas tulang punggungnya sebelum diturunkan perlahan oleh petugas.

"Kami dekatkan mobil ke teras rumah, lalu korban kami amankan di tandu basket sebelum diturunkan perlahan ke atas mobil. Setelah itu, baru kami pindahkan ke ambulans," papar Iwan mendetail.

Isak tangis korban pecah selama proses evakuasi berlangsung. Meski dalam kondisi sadar, remaja tersebut terus meringis menahan nyeri hebat yang menyerang setiap kali ada guncangan pada tubuhnya.

"Korban terus menangis karena merasa kesakitan yang luar biasa selama proses penurunan dari lantai dua," ungkapnya.

Operasi penyelamatan yang berlangsung selama 30 menit tersebut berakhir sukses. Sandra kemudian segera dirujuk ke Rumah Sakit Karneni Campurdarat untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti gangguan fungsi gerak yang dialaminya.

"Alhamdulillah, proses evakuasi berjalan lancar. Korban sudah kami serahkan ke pihak rumah sakit untuk penanganan medis lebih lanjut," tutup Iwan.(dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow