Tradisi Manten Tebu Awali Musim Giling 2026, Plt. Bupati Tulungagung Dorong Swasembada Gula

Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin resmi membuka musim giling PG. Modjopanggung 2026 melalui tradisi Manten Tebu, sekaligus mendorong target swasembada gula nasional melalui perluasan lahan dan teknologi.

09 May 2026 - 15:30
Tradisi Manten Tebu Awali Musim Giling 2026, Plt. Bupati Tulungagung Dorong Swasembada Gula
Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, hadir langsung saat prosesi warisan budaya

Tulungagung, (afederasi.com) - Suasana penuh khidmat menyelimuti Pabrik Gula (PG) Modjopanggung pada Sabtu (9/5/2026), saat prosesi warisan budaya "Manten Tebu" resmi menandai dimulainya musim giling tahun ini. Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, hadir langsung untuk membuka rangkaian kegiatan yang menjadi simbol harapan bagi peningkatan kesejahteraan petani dan produksi gula daerah.

Prosesi diawali dengan kirab pasangan batang tebu terbaik yang dirias layaknya pengantin sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi agraris peninggalan masa kolonial. Ahmad Baharudin menegaskan bahwa ritual ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud rasa syukur dan pelestarian identitas lokal.

"Manten Tebu adalah simbol identitas budaya dan sejarah kejayaan industri gula di Tulungagung," ujarnya. 

Dalam sambutannya, Baharudin memaparkan capaian sektor tebu Tulungagung yang pada tahun 2025 telah mencapai luas lahan 3.862 hektare dengan produksi hingga 366.890 ton tebu basah. Angka ini menjadi modal penting untuk memperkuat posisi Tulungagung sebagai penyokong utama bahan baku gula nasional.

Memasuki tahun 2026, pemerintah daerah mematok target guna mendukung program swasembada gula pusat. Tulungagung mendapatkan mandat untuk melaksanakan program bongkar ratoon seluas 1.055 hektare serta perluasan areal tanam baru sebesar 176 hektare. "Dibutuhkan sinergitas maksimal antara Dinas Pertanian, pihak pabrik gula, dan petani untuk merealisasikan target tersebut," tegas Ahmad Baharudin.

Selain fokus pada perluasan lahan, Ia menaruh harapan besar pada modernisasi teknologi pertanian yang digunakan oleh para petani. Menurutnya, pemanfaatan teknologi yang tepat guna akan berbanding lurus dengan kualitas hasil panen dan ketahanan pangan daerah. Beliau juga menekankan pentingnya hubungan yang harmonis antara manajemen pabrik dan petani tebu.

"Kemitraan yang kuat akan menciptakan hubungan yang saling menguntungkan," tambahnya.

Menutup sambutan, Plt. Bupati berharap agar industri gula di Tulungagung terus berkembang menjadi sektor unggulan di Jawa Timur. Dirinya mengapresiasi seluruh pihak, mulai dari jajaran PTPN X hingga para pekerja lapangan, yang terus berdedikasi menjaga denyut nadi industri gula tetap berdetak kuat.

"Semoga musim giling tahun ini membawa keberkahan dan hasil yang melimpah bagi seluruh masyarakat," pungkasnya.(dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow