Warga Terdampak Banjir Bengawan Jero di Lamongan Keluhkan Naiknya Harga Bapok
Lamongan, (afederasi.com) — Krisis banjir yang merendam kawasan Bengawan Jero, Lamongan, kini merembet ke sektor ekonomi. Selain melumpuhkan mobilitas, genangan air yang sudah bertahan selama dua bulan ini mulai memicu lonjakan harga kebutuhan pokok di tingkat warga. (15/1/2026).
Terhambatnya jalur distribusi menjadi faktor utama. Banyak akses jalan penghubung desa yang terputus, memaksa warga dan pedagang mengandalkan perahu sebagai satu-satunya sarana transportasi. Biaya logistik yang membengkak inilah yang kemudian dibebankan pada harga jual sembako di lokasi terdampak.
Kepala Dusun Dukun, Suparjo, membenarkan bahwa kondisi ekonomi warganya kian terjepit. Kenaikan harga terjadi hampir di seluruh komoditas dapur utama seperti beras, minyak goreng, dan telur.
"Banjir sudah berjalan 2 bulan, ekonomi, sembako dan yang lain mengalami kenaikan, akses jalan terendam hanya bisa dilewati dengan perahu," ungkap Suparjo saat ditemui. Kamis, (15/1/2026) siang).
Menurutnya, kenaikan harga per item barang cukup terasa bagi dompet masyarakat yang saat ini kehilangan penghasilan akibat sawah atau tempat kerja mereka terendam air.
Rata-rata kenaikan harga kebutuhan pokok di wilayah terdampak berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 7.000 dari harga normal.
"Sembako saat ini naik sangat signifikan, harga kebutuhan naik sampai Rp 5 hingga 7 ribu per item. Karena akses ke pasar dan akses keluar masuk terganggu dan membuat harga kebutuhan naik," tambah Suparjo.
Kondisi debit air yang masih tinggi menambah kekhawatiran warga akan kelangkaan barang ke depannya. Saat ini, masyarakat sangat berharap adanya langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Lamongan, baik melalui operasi pasar untuk menstabilkan harga maupun penyaluran bantuan logistik secara merata.
Hingga kini, debit air di kawasan Bengawan Jero dilaporkan masih tinggi, sementara lebih dari 10 ribu jiwa terdampak, 2.736 rumah warga terendam, 3.958 Hektare lahan pertanian terdampak dan 63 lembaga pendidikan juga ikut terendam. (yan)
What's Your Reaction?



