Kecelakaan di Tulungagung Masih Tinggi, Ini Titik Rawan yang Perlu Diwaspadai
Tulungagung, (afederasi.com) – Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Tulungagung hingga pertengahan 2024 tercatat sebanyak 525 kasus, menandakan penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023 dengan 790 kasus kecelakaan.
“Jumlah kejadian Tahun 2024 ini turun menjadi 525 kasus, dibandingkan dengan Tahun 2023 yang mencapai 790 kasus. Jadi ada penurunan laka lantas sebanyak 265 kasus atau sekitar 34%,” ungkap Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi, S.H., S.I.K., MTCP saat dikonfirmasi melalui Kasat Lantas Polres Tulungagung AKP Jodi Indrawan, S.I.K., Jumat (26/7/2024).
Meski mengalami penurunan, AKP Jodi menegaskan bahwa angka kecelakaan di Kota Marmer masih cukup tinggi. Pihaknya telah memasang 30 papan himbauan di seluruh wilayah Tulungagung, terutama di titik-titik rawan kecelakaan.
"Penentuan titik rawan kecelakaan dan kebutuhan akan papan himbauan didasarkan pada data kecelakaan, laporan masyarakat, serta anatomi lalu lintas," jelasnya.
Dari 30 titik rawan kecelakaan, beberapa lokasi dengan jumlah kejadian tertinggi di antaranya adalah jalan raya Ngantru dengan 23 kejadian, jalan raya Rejoagung Kecamatan Kedungwaru dengan 9 kejadian, depan GOR Lembu Peteng Kelurahan Tretek dengan 8 kejadian, dan jalan raya Desa Bolorejo Kecamatan Kauman dengan 6 kejadian.
"Jadi itu beberapa titik rawan kecelakaan yang kami pasang papan himbauan yang ditujukan kepada para pengguna jalan agar lebih berhati-hati," jelas AKP Jodi.
Selain pemasangan papan himbauan, Satlantas Tulungagung juga melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, seperti patroli rutin, razia kelengkapan kendaraan, sosialisasi tentang lalu lintas, pengaturan dan rekayasa lalu lintas, serta berkolaborasi dengan stakeholder terkait.
“Dengan dipasangnya spanduk himbauan ini, kami berharap kesadaran dan disiplin pengendara dalam berlalu lintas meningkat. Faktor utama penyebab laka lantas adalah kelalaian manusia. Kami berharap pengguna jalan lebih memperhatikan keselamatan setelah membaca himbauan ini. Apalagi saat ini Operasi Patuh Semeru 2024 juga masih berlangsung,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu pengguna jalan, Nurdiansyah mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Satlantas Polres Tulungagung.
“Pemasangan spanduk himbauan seperti ini dinilai sangat penting sebagai pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dan mematuhi setiap rambu-rambu lalu-lintas yang ada saat berkendara,” ujarnya.(riz/dn)
What's Your Reaction?



