Situs Kelahiran Bung Karno, Pemkab Didorong Jadikan Aset Wisata Sejarah dan Ekonomi

16 Jan 2026 - 17:42
Situs Kelahiran Bung Karno, Pemkab Didorong Jadikan Aset Wisata Sejarah dan Ekonomi
Arif Yulianto Tim TACB Kabupaten Jombang. (Foto: Istimewa)

Jombang, (afederasi.com) – Pemerhati sejarah di Jombang, Arif Yulianto atau Cak Arif, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang untuk secara serius mengelola narasi sejarah yang menyatakan bahwa Proklamator dan Presiden Pertama RI, Bung Karno, lahir di Ploso, Jombang.

Menurutnya, hal ini merupakan aset besar yang berpotensi mendongkrak perekonomian masyarakat dan pendapatan daerah.

“Narasi sejarah ini harus menjadi komitmen kuat Pemkab, tidak sekadar perspektif. Ini aset luar biasa yang bisa berdampak positif bagi ekonomi dan kebanggaan daerah,” tegas Cak Arif saat ditemui, Jumat (16/01/2026).

Keyakinan bahwa Bung Karno lahir di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, pada 6 Juni 1902, didukung oleh sejumlah kajian Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Jombang serta data tertulis dan tutur dari para penelusur sejarah.

Cak Arif menyatakan, langkah pertama yang mendesak adalah penetapan bekas rumah kelahiran Bung Karno sebagai cagar budaya peringkat kabupaten. Selanjutnya, Pemkab perlu memikirkan pembelian aset yang saat ini masih milik pribadi tersebut.

“Bekas rumah kelahiran Bung Karno informasinya masih milik pribadi. Ini jejak orang penting, harus segera dipikirkan, jika perlu dibeli oleh Pemkab,” ulasnya.

Setelah aman, lanjut dia, perlu direncanakan rekonstruksi, penataan lingkungan sekitar, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terkait. “Ini paket lengkap untuk menciptakan destinasi yang hidup dan bermakna,” tandasnya.

Dukungan serupa sebelumnya disampaikan Budayawan Jombang, Nasrul Ilah atau Cak Nas, pada Juni 2025 lalu. Ia menyebut kelahiran Bung Karno di Jombang sebagai kebanggaan yang harus diikuti langkah nyata.

“Jika nanti sudah ditetapkan sebagai cagar budaya, harapannya bisa dipugar. Yang tak kalah penting, nilai-nilai kebangsaan Bung Karno bisa diajarkan kepada generasi muda, khususnya pelajar,” kata Cak Nas, Jumat (16/01/2026).

Ia menekankan, jika dikembangkan sebagai destinasi wisata warisan sejarah, transformasi nilai-nilai kebangsaan di lokasi tersebut harus menjadi jantung dari pengembangannya.

Analisis menunjukkan, pengelolaan serius terhadap situs tersebut dapat menciptakan destinasi wisata sejarah baru di Jombang, melengkapi pesona existing seperti makam Gus Dur dan wisata religi.

Hal ini berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi kreatif lokal melalui souvenir, kuliner, dan jasa pemandu.

Dengan momentum dan dukungan dari berbagai pihak, tekanan kini berada di pundak Pemkab Jombang untuk merespons peluang ini secara konkret.

Langkah strategis diperlukan agar narasi sejarah ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak kemajuan daerah. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow