Anggaran Merosot Tajam, Kuota BLT Cukai Tembakau Tulungagung 2026 Dipangkas Drastis
Tulungagung (afederasi.com) – Kabar kurang sedap menghampiri ribuan buruh di sektor tembakau Kabupaten Tulungagung. Akibat merosotnya pagu anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), ribuan calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dipastikan bakal tercoret dari daftar penerima manfaat pada tahun 2026.
Dinas Sosial (Dinsos) Tulungagung mencatat adanya kontraksi anggaran yang luar biasa besar. Jika pada tahun 2025 pemerintah pusat mengalokasikan dana sebesar Rp10.752.400.000, maka pada tahun 2026 ini jumlahnya terjun bebas menjadi hanya Rp2.000.000.000.
"Terjadi penurunan anggaran DBHCHT yang sangat signifikan tahun ini. Dari sebelumnya mencapai lebih dari Rp10 miliar, kini kami hanya menerima alokasi sebesar Rp2 miliar," ujar Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Lijamsos) Dinsos Tulungagung, Fahmi Alif Aldianto, Jumat (16/1/2026).
Defisit anggaran sebesar Rp8,7 miliar tersebut berdampak langsung pada jangkauan bantuan. Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah perbandingannya:
Di tahun 2025 telah disalurkan kepada 9.752 penerima dengan total bantuan Rp1.000.000 per orang.
Sedangkan pada tahun 2026 hanya mampu menyasar 5.000 penerima dengan skema Rp200.000 per bulan selama dua bulan (total Rp400.000).
"Akibat menyusutnya pagu anggaran, kami terpaksa melakukan penyesuaian, baik dari sisi jumlah penerima manfaat maupun durasi serta nominal bantuan yang diberikan," tambah Fahmi.
Dengan keterbatasan kuota yang ada, Dinsos Tulungagung harus menerapkan skala prioritas yang ketat. Fokus utama penyaluran tahun ini adalah para buruh pabrik rokok yang tercatat berjumlah sekitar 4.000 orang.
"Prioritas utama kami adalah buruh pabrik rokok. Setelah kuota untuk 4.000 buruh pabrik terpenuhi, sisa kuota yang ada baru akan dialokasikan bagi buruh tani tembakau," tegasnya.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa sektor yang paling bersentuhan langsung dengan industri hasil cukai tetap mendapatkan proteksi sosial, meski di tengah keterbatasan fiskal yang melanda tahun ini.(riz/dn)
What's Your Reaction?



