Pobsi Gelar Kejurprov Biliar di Lamongan, Fokus Cetak Atlet Junior dan Kikis Stigma Negatif
"Tujuan utama kami adalah membangun dan mengubah image biliar. Kita tahu bersama konotasi biliar dulu sering dianggap negatif. Sekarang kita ingin tunjukkan bahwa biliar adalah olahraga prestasi resmi di bawah naungan KONI," ujar Pujo saat ditemui di sela-sela pelaksanaan Kejurprov 2026 di Lamongan, Selasa (23/6/2026) pagi.
Lamongan, (afederasi.com) – Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pobsi) Jawa Timur berkomitmen kuat untuk mengubah pandangan negatif masyarakat terhadap olahraga biliar. Momentum Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Biliar Jawa Timur 2026 yang digelar di Kabupaten Lamongan menjadi panggung utama untuk membuktikan bahwa biliar adalah olahraga prestasi yang menjanjikan.
Ketua Pobsi Jawa Timur, Pujo Asmoro Hadi, menegaskan bahwa sejak tahun 2010 pihaknya terus berjibaku mengikis stigma miring yang selama ini melekat pada biliar. Ia ingin meluruskan persepsi warisan masa lalu dan meyakinkan publik bahwa biliar merupakan cabang olahraga resmi yang diakui pemerintah.
"Tujuan utama kami adalah membangun dan mengubah image biliar. Kita tahu bersama konotasi biliar dulu sering dianggap negatif. Sekarang kita ingin tunjukkan bahwa biliar adalah olahraga prestasi resmi di bawah naungan KONI," ujar Pujo saat ditemui di sela-sela pelaksanaan Kejurprov 2026 di Lamongan, Selasa (23/6/2026) pagi.
Pujo menambahkan, biliar saat ini telah memiliki jenjang karier yang jelas bagi para atlet. Tidak hanya berkesempatan mewakili Indonesia di ajang internasional seperti SEA Games dan Asian Games, para atlet berprestasi kini juga mendapatkan apresiasi nyata yang menjamin masa depan mereka.
"Sudah banyak contoh di berbagai provinsi, atlet biliar yang berhasil meraih medali emas bisa diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), atau direkrut bekerja di perusahaan ternama dan perbankan. Jadi, ini adalah profesi dan jalur prestasi yang menjanjikan," imbuhnya.
Terkait pelaksanaan Kejurprov 2026 di Lamongan, Pujo menjelaskan bahwa turnamen tahun ini difokuskan sebagai kategori junior. Event ini dirancang sebagai sarana uji coba (try out) sekaligus pemanasan bagi para atlet muda Jawa Timur sebelum berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun depan.
"Ini adalah sarana try out utama bagi atlet junior Jatim dalam rangka persiapan Porprov 2027 di Surabaya. Selain untuk atlet, ajang ini juga menjadi penyegaran bagi wasit-wasit Jawa Timur dalam memimpin kejuaraan resmi," jelasnya.
Dalam Kejurprov kali ini, sebanyak 8 nomor pertandingan disajikan, meliputi nomor 8, 9, 10, 15, hingga snooker untuk kategori single putra, single putri, ganda putra, dan ganda putri. Selain itu, Pobsi Jatim juga memanfaatkan event ini untuk menyosialisasikan nomor baru, yaitu English billiard, yang rencananya akan resmi dipertandingkan pada Porprov mendatang.
Tak hanya Kejurprov, Lamongan saat ini juga menjadi tuan rumah Pelaksanaan Seleksi Nasional (Seleknas) khusus untuk nomor snooker guna menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
Mengenai peta kepengurusan di Jawa Timur, Pujo mengapresiasi antusiasme daerah yang hampir menyeluruh. Dari total kabupaten/kota di Jatim, hanya tersisa satu wilayah yang absen karena belum terbentuk Pengurus Kabupaten (Pengkab).
"Hanya Situbondo yang belum bisa ikut karena memang belum memiliki Pengkab Pobsi. Sementara untuk 37 kabupaten dan kota lainnya di Jawa Timur, semuanya sudah terbentuk dan aktif berpartisipasi," pungkas Pujo.
Sementara itu, Ketua Pobsi Lamongan, Kartika Asianto Undoyoko, menyebut animo peserta begitu luar biasa, dan perlahan stigma negatif terhadap olahraga biliar perlahan terkikis.
"Para pesertanya itu dengan usia yang masih muda, rata-rata masih berusia SMA. Tidak sedikit peserta yang putri itu berjilbab. Itu membuktikan bahwa image olahraga ini sudah tidak lagi menjadi sesuatu yang negatif, tapi benar-benar olahraga prestasi," kata pria yang akrab disapa Dodon itu.
Dodon menambahkan, kesempatan menjadi tuan rumah Kejurprov mendorong semangat POBSI Lamongan untuk mengembangkan olahraga biliar di Kota Soto dengan menyelenggarakan kejuaraan tahunan.
"Kita nanti dalam setiap tahunnya kita akan membuat sebuah turnamen-turnamen dan tahun ini sudah berjalan. Selain turnamen, kita juga ada sistem arisan turnamen, jadi nanti kita akan bergilir ke setiap rumah-rumah biliar di Lamongan," ucapnya. (yan)
What's Your Reaction?

