Pebalap Sepeda Asal Gresik Wakili Indonesia di Kejuaraan Dunia
Muncul seorang atlet pebalap sepeda yang akan kembali mewakili Indonesia dalam ajang internasional UCI Cycling World Championship 2023 yang akan diadakan di Glasgow, Skotlandia.
Gresik, (afederasi.com) - Dari kota Gresik, Jawa Timur, muncul seorang atlet pebalap sepeda yang akan kembali mewakili Indonesia dalam ajang internasional UCI Cycling World Championship 2023 yang akan diadakan di Glasgow, Skotlandia.
Namanya Muhammad Andi Royan. Prestasi gemilang yang telah ia raih dalam berbagai ajang kejuaraan balap sepeda, baik di tingkat nasional maupun internasional, membuatnya dipilih untuk berlaga dalam even bergengsi ini.
Tak hanya itu, Royan, begitu panggilan akrabnya, juga tergabung dalam Pusat Latihan Nasional (Puslatnas) sebagai atlet nasional Indonesia yang sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi Asean Games pada bulan Oktober mendatang.
"Dengan rasa syukur, saya dapat mewakili negara dan mengharumkan Kabupaten Gresik tempat saya tinggal," ucap Royan pada Jumat (11/08/2023).
Royan melanjutkan untuk menceritakan awal karirnya dalam dunia balap sepeda. Ia mulai terlibat di usia 12 tahun dengan dukungan orang tua dan Wakapolres Gresik saat itu, Dolly A Primanto. Ia bergabung dengan klub Surabaya Road Bike Community (SRBC).
"Saya mencoba beberapa cabang olahraga seperti sepak bola, futsal, dan pencak silat, tetapi akhirnya memutuskan fokus pada sepeda. Ayah saya sangat mendukung dan memastikan saya disiplin dalam berlatih. Keseriusan dan komitmen dalam latihan sangat penting untuk meraih kesuksesan, meski dibutuhkan biaya yang tidak sedikit," ungkap Royan.
Meski berasal dari keluarga sederhana, mimpi Royan untuk meraih prestasi dunia membuatnya bersungguh-sungguh. Setiap harinya, ia berlatih selama hampir 1 jam setengah dengan menempuh jarak 45 km setelah pulang sekolah. Ia menjalani jadwal latihan enam kali seminggu dengan satu kali waktu recovery.
"Dalam ajang kejuaraan, sepeda yang digunakan berbeda dengan sepeda biasa, dan harganya cukup mahal. Bahkan, hanya atribut sepatunya saja sudah mencapai Rp1,2 juta," tambah Royan.
Muhammad Andi Royan lahir pada 3 September 2003. Ia dibesarkan oleh pasangan suami istri yang bekerja sebagai pedagang Es Oyen di GKB Gresik. Mereka tinggal di Kampung Sekarsari, Gg Bougenvil Rt 21, Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.
Setelah 2 tahun berlatih, ia mulai terlibat dalam berbagai kejuaraan. Pada usia 13 tahun, ia berhasil meraih juara 1 dalam kejuaraan nasional di Tegal. Selanjutnya, ia masuk Pusat Latihan Daerah (Puslatda) untuk persiapan mengikuti kejuaraan PON Papua. Namun, karena sepeda tidak masuk dalam cabang olahraga yang dipertandingkan di PON Papua, Royan bersama atlet lain harus pulang ke rumah masing-masing.
Dalam perjalanan kariernya, Royan pernah mengalami kecelakaan serius pada usia 13 tahun saat mengikuti kejuaraan. Meski menghadapi keterbatasan ekonomi, semangatnya tak pernah padam, dan dia berhasil meraih juara.
"Ada satu kalimat dari ayah yang selalu saya ingat, 'Si miskin juga berhak punya mimpi'," tutur Royan sambil mengakhiri ceritanya.
Berbagai prestasi telah diraih oleh Royan, seperti Juara 3 Asian Championship di Thailand, Juara 1 dalam tiga kelas Djarum Foundation International Series di Wonosari Gunung Kidul tahun 2019, serta berbagai penghargaan lainnya dalam ajang balap sepeda. (frd)
What's Your Reaction?



