Plt Bupati Ahmad Baharudin Optimalkan Sensus Ekonomi 2026 untuk Pembangunan Tepat Sasaran
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mendukung penuh Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.145 petugas disiapkan untuk mendata ratusan ribu unit usaha dan sektor pertanian di Tulungagung.
Tulungagung, (afederasi.com) – Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Tulungagung. Hal ini disampaikan dalam agenda pencanangan SE 2026 di Ruang Pringgitan Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Jumat (12/6/2026).
Ahmad Baharudin menegaskan bahwa sensus ini menjadi momentum penting untuk memetakan perubahan struktur ekonomi daerah yang semakin dinamis. Ia meyakini bahwa hasil sensus akan menjadi acuan strategis bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan pembangunan.
"Ekonomi kita terus bergerak dan berubah dengan munculnya sektor industri baru. Sensus ini menjadi dasar bagi kita untuk memetakan potret ekonomi terkini secara utuh agar kebijakan yang diambil pemerintah ke depan benar-benar tepat sasaran," ujar Ahmad Baharudin.
Ia juga meminta para petugas untuk menjaga integritas dan profesionalitas selama bertugas di lapangan. Selain itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran aparatur pemerintah, dari tingkat camat hingga kepala desa, untuk aktif menyosialisasikan pentingnya kegiatan ini kepada masyarakat.
"Saya minta petugas menjaga kevalidan data karena data ini sangat penting. Saya juga mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk membantu menyosialisasikan agar masyarakat dapat memberikan informasi yang dibutuhkan dengan terbuka," tegasnya.
Menanggapi instruksi tersebut, Kepala BPS Tulungagung, Dyah Sari Prihantari, menjelaskan bahwa pemerintah daerah memang perlu menjaga pertumbuhan ekonomi agar tidak hanya tumbuh, tetapi juga merata dan memiliki daya tahan terhadap guncangan.
"Pemerintah daerah harus menjaga pertumbuhan ekonomi sehingga terjadi pemerataan ekonomi dan ekonomi menjadi lebih kuat menghadapi goncangan. Selain itu, kita harus mampu menyerap dinamika usaha yang berkembang sangat cepat serta menjawab kebutuhan masyarakat terhadap lingkungan kerja yang semakin berubah," papar Dyah.
Dyah memaparkan, pendataan ini akan menyasar 143.845 unit usaha yang tersebar di 19 kecamatan. Konsentrasi usaha terbanyak tercatat di Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung Kota, dan Ngunut dengan masing-masing mencapai sekitar 15 ribu unit usaha. Sementara wilayah dengan jumlah unit usaha paling sedikit berada di Kecamatan Tanggunggunung, Pagerwojo, dan Pucanglaban.
Selain pelaku usaha, sensus ini juga mencakup pendataan sektor pertanian yang melibatkan 55 badan usaha pertanian, 174.863 usaha pertanian perorangan, serta 362.641 keluarga di Kabupaten Tulungagung. Pendataan juga diperluas untuk memotret perkembangan ekonomi digital dan ekonomi lingkungan.
"Perlu data yang akurat, lengkap, dan mutakhir. Hasilnya nanti akan menyediakan informasi mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, hingga perkembangan ekonomi digital dan ekonomi lingkungan. Tujuan akhirnya adalah menghasilkan data yang berkualitas sebagai acuan pembangunan daerah yang tepat sasaran," jelasnya.
Guna menyukseskan pendataan masif ini, BPS Tulungagung telah menyiapkan 1.145 petugas sensus yang telah dibekali pelatihan teknis. Dyah berharap SE 2026 dapat menjadi sensus ekonomi terbaik, baik di tingkat nasional maupun di Kabupaten Tulungagung.(dn)
What's Your Reaction?

