Perumda Pasar Lamongan Relokasi Puluhan PKL Malam ke Dalam Pasar Tingkat
"Tujuannya pertama itu adalah kita menciptakan kenyamanan para pedagang. Jadi ini merupakan semua inisiatif dari pedagang sebenarnya yang sudah lama ingin tertib. Selama ini kan menggunakan badan jalan untuk pedagang, padahal sesuai dengan Perda, di kawasan Hasyim Asy'ari dan Ahmad Yani itu tidak diperbolehkan untuk pedagang," ujar Nurul.
Lamongan, (afederasi.com) – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Lamongan bergerak cepat melakukan penataan dan relokasi puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa beroperasi malam hari di sepanjang bahu jalan sekitar Pasar Tingkat Lamongan, pada Minggu (28/6/2026) sore.
Puluhan pedagang yang semula memanfaatkan badan jalan di kawasan Jalan Hasyim Asy'ari dan Ahmad Yani tersebut kini resmi diboyong masuk ke area kawasan parkir dalam Pasar Tingkat Lamongan. Langkah ini ditempuh guna menegakkan Peraturan Daerah (Perda) sekaligus menciptakan lingkungan niaga yang aman, tertib, dan jauh lebih nyaman bagi pedagang maupun pengguna jalan.
Plt. Direktur Perumda Pasar Lamongan, Nurul Mukminin, mengungkapkan bahwa momentum relokasi pada Minggu sore ini berjalan sangat kondusif lantaran merupakan buah dari kesadaran dan inisiatif para pedagang sendiri yang mendambakan ketertiban dalam menjalankan usahanya.
"Tujuannya pertama itu adalah kita menciptakan kenyamanan para pedagang. Jadi ini merupakan semua inisiatif dari pedagang sebenarnya yang sudah lama ingin tertib. Selama ini kan menggunakan badan jalan untuk pedagang, padahal sesuai dengan Perda, di kawasan Hasyim Asy'ari dan Ahmad Yani itu tidak diperbolehkan untuk pedagang," ujar Nurul.
Merespons aspirasi positif tersebut, Perumda Pasar Lamongan langsung memfasilitasi perpindahan ini dengan menyediakan ruang alternatif di dalam kawasan parkir pasar, sehingga para pedagang malam tetap dapat mengais rezeki tanpa harus melanggar aturan hukum yang berlaku.
Nurul menjelaskan, proses relokasi ini menyasar para pedagang malam yang sebelumnya memenuhi bahu-bahu jalan utama di sekeliling pasar. Pihak manajemen pasar juga telah mengunci data para pedagang agar penataan ini berjalan efektif dan tepat sasaran.
"Malam hari. Jadi ini adalah pedagang malam hari yang kemarin-kemarin itu menempati jalan-jalan sekitar Pasar Tingkat. Sudah kita data, datanya kita kunci. Mereka adalah pedagang-pedagang yang sekitar sini, jadi sementara ini semua pedagang yang ada di bahu jalan itu sudah dimasukkan. Alhamdulillah hari ini sukses, teman-teman mau untuk menempati area kawasan parkir di Pasar Tingkat," tambahnya.
Tercatat sebanyak 54 pedagang masuk dalam skema penataan kali ini. Pada sore perdana pemindahan, antusiasme pedagang terbilang sangat tinggi. Hampir 90 persen pedagang langsung memindahkan lapak dagangannya ke dalam area parkir, sementara sisanya dipastikan menyusul lantaran sedang tidak berjadwal dagang pada hari ini.
Kendati berjalan mulus, Perumda Pasar Lamongan menegaskan tidak akan melonggarkan pengawasan pasca-relokasi. Sinergi ketat bersama instansi penegak Perda seperti Satpol PP dan Dinas Perhubungan akan terus diperkuat guna mengantisipasi adanya oknum pedagang yang nekat kembali ke bahu jalan (mbalelo).
"Ini yang menjadi perhatian khusus kita. Nanti setelah pemindahan ini, tidak boleh ada satu pun pedagang yang memakai bahu jalan di sekitar Pasar Tingkat. Kalau ada satu pedagang yang mbalelo di situ, ya kita tindak. Kita bersinergi dengan teman-teman Satpol PP dan Dinas Perhubungan, jadi nanti untuk bisa menjaga kawasan ini sehingga pedagang di bahu jalan sudah tidak ada lagi," tegas Nurul.
Dengan terpusatnya puluhan PKL malam di dalam area parkir Pasar Tingkat, Nurul optimistis kawasan tersebut akan segera berkembang menjadi sentra kuliner malam baru yang ramai di Lamongan. Lebih dari itu, keramaian baru ini diharapkan mampu memicu denyut ekonomi bagi para pedagang stan permanen di dalam pasar yang selama ini cenderung sepi saat malam hari.
"Harapannya bisa meningkatkan usaha teman-teman PKL di sini. Dengan mengumpul di sini, saya harapkan suasananya lebih hidup daripada mereka berdagang di bahu jalan. Tujuan lainnya adalah supaya pedagang stan di Pasar Tingkat ini bisa ikut buka malam juga. Sementara ini kita prihatin stan-stan pasar ini sepi. Dengan adanya para pedagang dimasukkan di sini, ramai, pedagang stan ini bisa ikut buka malam hari juga sehingga usaha mereka bisa meningkat," pungkasnya. (yan)
What's Your Reaction?

