Pastikan Kesehatan WBP, Lapas Tulungagung dan Dinkes Lakukan Skrining Menyeluruh
Lapas Kelas IIB Tulungagung bersama Dinas Kesehatan setempat menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi 100 warga binaan sebagai upaya deteksi dini penyakit secara menyeluruh.
Tulungagung, (afederasi.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung kembali menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi warga binaan, Selasa (29/6/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi berkelanjutan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung guna memastikan deteksi dini terhadap berbagai risiko penyakit.
Dokter Lapas Kelas IIB Tulungagung, Ahmad Hati Nurwanto, menyebutkan bahwa sebanyak 100 warga binaan menjadi sasaran dalam tahap kedua ini. Mereka terdiri dari 60 laki-laki dan 40 perempuan.
"Program ini bagian dari Cek Kesehatan Gratis yang dicanangkan Kementerian Kesehatan. Tujuannya menyasar seluruh masyarakat, termasuk warga binaan yang tidak bisa datang langsung ke puskesmas," ujar Ahmad di sela-sela kegiatan di Aula Lapas Tulungagung.
Dalam pemeriksaan tersebut, warga binaan menjalani serangkaian skrining kesehatan menyeluruh. Pemeriksaan mencakup kesehatan fisik, kondisi mata, telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), hingga pengukuran tinggi serta berat badan. Selain itu, peserta mendapatkan akses konsultasi langsung dengan dokter umum dan dokter gigi.
Khusus bagi warga binaan perempuan, tim medis memberikan layanan tambahan berupa pemeriksaan SADANIS untuk deteksi dini kanker payudara dan metode IVA guna deteksi dini kanker serviks.
Ahmad menegaskan, pihaknya akan memberikan tindak lanjut medis apabila ditemukan indikasi penyakit tertentu. Jika memerlukan penanganan lebih mendalam, pihak Lapas akan merujuk warga binaan ke puskesmas atau rumah sakit untuk bertemu dokter spesialis.
"Jika hasil pemeriksaannya memerlukan tindak lanjut, seperti hasil IVA yang positif, kami langsung berkoordinasi dengan rumah sakit. Tidak ada perbedaan sistem maupun aplikasi dengan pemeriksaan di luar lapas," tegasnya.
Hingga saat ini, sebanyak 200 dari total 600 lebih warga binaan Lapas Tulungagung telah mendapatkan layanan ini. Program serupa akan terus dilakukan secara bertahap setiap satu hingga dua minggu ke depan.
Pelaksanaan CKG di Tulungagung ini merupakan bagian dari aksi serentak yang dilakukan oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Indonesia pada hari yang sama.
"Momentum ini bertepatan dengan kegiatan serupa yang dilaksanakan di Nusakambangan. Jadi, seluruh UPT Pemasyarakatan di Indonesia secara serentak melaksanakan kegiatan ini pada 29 Juni," pungkas Ahmad.(riz/dn)
What's Your Reaction?

