Perkuat Sinergi Umara dan Ulama, Bupati Situbondo Ajak Jajaran OPD Sowan ke Pesantren

17 Jan 2026 - 19:26
Perkuat Sinergi Umara dan Ulama, Bupati Situbondo Ajak Jajaran OPD Sowan ke Pesantren
Bupati serta Wabup Situbondo saat sowan ke salah satu Kiai di Ponpes Walisongo Situbondo (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo, (afederasi.com) – Langkah awal penuh makna diambil oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, pasca-pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo. Pria yang akrab disapa Mas Rio ini memboyong jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan safari religi atau sowan ke sejumlah pondok pesantren besar di wilayah Tapal Kuda, Sabtu (17/1/2026).

Kegiatan ini diniatkan sebagai ikhtiar batin sekaligus upaya mempererat tali silaturahmi antara pemerintah (umara) dengan para ulama.

Rangkaian kunjungan diawali dengan mendatangi kediaman pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo dan dilanjutkan menuju Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton. Safari tersebut kemudian dipungkasi dengan kunjungan ke Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.

“Kami mengajak para pejabat untuk sowan bersama, memohon doa restu, serta menyerap wejangan dari para pengasuh pondok pesantren. Beliau-beliau adalah tokoh yang sangat dicintai dan menjadi teladan bagi masyarakat Situbondo,” tutur Mas Rio.

Bagi Mas Rio, keterlibatan tokoh agama bukan sekadar formalitas, melainkan elemen krusial dalam pembangunan daerah. Ia meyakini bahwa pesantren adalah salah satu pemangku kepentingan (stakeholder) utama yang memiliki pengaruh fundamental di tengah masyarakat.

“Membangun Situbondo tidak bisa dilakukan sendirian. Sinergi antara pemerintah dan ulama adalah manifestasi dari kebersamaan untuk memberikan pelayanan terbaik. Kami ingin membangun komunikasi yang kokoh agar visi pembangunan berjalan seiring dengan nilai-nilai keagamaan,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, nuansa khidmat terasa saat Bupati menerima petuah dari KH Kholil As’ad. Sosok karismatik tersebut menitipkan pesan tajam mengenai hakikat kekuasaan.

“Beliau mengingatkan bahwa jabatan bukanlah sebuah kenikmatan yang harus dirayakan, melainkan amanah berat yang harus dipertanggungjawabkan. Jika amanah dijalankan dengan benar, maka keberkahan dan kenikmatan bagi rakyat akan mengikuti dengan sendirinya,” ungkap Mas Rio menirukan pesan Kiai Kholil.

Tak hanya soal spiritual, safari ini juga diisi dengan diskusi strategis mengenai isu-isu sosial. Saat bertukar pikiran dengan KH Zuhri Zaini, fokus pembicaraan tertuju pada penguatan ekonomi akar rumput.

Keduanya mendiskusikan langkah konkret dalam pengembangan UMKM serta strategi akselerasi penuntasan kemiskinan di Situbondo. Mas Rio menegaskan bahwa masukan dari para ulama akan menjadi kompas penting bagi Pemkab Situbondo dalam merumuskan kebijakan publik yang tepat sasaran di masa depan.(vya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow