Pemkab Lamongan Basmi Eceng Gondok yang Menghambat Aliran Sungai Bengawan Jero Sepanjang 32 KM

17 Jan 2026 - 13:23
Pemkab Lamongan Basmi Eceng Gondok yang Menghambat Aliran Sungai Bengawan Jero Sepanjang 32 KM
Kondisi Lautan Eceng Gondok yang Menutupi Aliran Sungai Bengawan Jero di Desa Tiwet Lamongan

Lamongan, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus melakukan langkah masif untuk memperlancar aliran sungai di kawasan Bengawan Jero. Fokus utama saat ini adalah pembersihan tanaman eceng gondok yang menutupi jalur air sepanjang 32 kilometer.

Berdasarkan data terbaru dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (PU SDABK) Kabupaten Lamongan, dari target sepanjang 32 km, saat ini progres pembersihan telah mencapai 17 km. Area yang telah tertangani meliputi wilayah sekitar Dam Corong hingga Sluis Kuro, sementara sisa jalur di bagian barat masih terus dikerjakan.

Dalam upaya ini, pemerintah mengerahkan berbagai jenis alat berat guna mempercepat proses normalisasi sungai. Sedikitnya terdapat lima unit perahu pencacah yang diterjunkan, di mana tiga unit merupakan milik Kabupaten dan dua unit lainnya merupakan bantuan dari Provinsi.

Selain perahu pencacah, pembersihan juga didukung oleh penggunaan alat berat khusus berupa dua unit excavator amphibi. Alat tersebut masing-masing berasal dari aset milik Kabupaten dan satu unit dari BBWS Bengawan Solo. Sinergi penggunaan armada ini dilakukan agar pembersihan bisa menjangkau baik area tepi maupun tengah sungai yang dipenuhi tanaman liar tersebut.

Sementara itu, Penanganan eceng gondok di kawasan Tiwet yang berada di atas Nggowah, memerlukan teknik khusus. Pihak dinas menegaskan bahwa pembersihan tidak bisa dilakukan secara acak demi efektivitas pembuangan limbah tanaman tersebut.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas SDABK Kabupaten Lamongan, Saikhu, menjelaskan bahwa pola pengerjaan harus mengikuti arah arus air agar tanaman yang sudah dicacah tidak menumpuk kembali di lokasi yang sama.

"Untuk penanganan di Tiwet, posisinya masih di atas Nggowah. Penanganan dilakukan mulai dari bawah, Mas. Tidak bisa diambil dari tengah atau atas secara langsung. Tanaman harus dicacah sesuai dengan arah aliran air agar pembersihan berjalan maksimal," ujar Saikhu saat dikonfirmasi afederasi.com, Sabtu (17/1/2026) siang).

Kehadiran excavator amphibi dinilai sangat krusial di area yang sulit dijangkau oleh alat berat konvensional, sementara perahu pencacah bertugas memecah kepadatan eceng gondok di sepanjang aliran sungai Bengawan Jero. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow